Elegan, Haji Deny Tadarus bersama Habaib di Kediaman

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
TADARUS- Haji Deny bersama sejumlah habaib melaksanakan tadarus bersama di kediaman. (ist)

Klikalimantan.com, BANJARBARU– Sudah menjadi budaya masyarakat Banjar jika di setiap bulan suci Ramadhan, tadarus Qur’an mengumandang di sepenjuru kampung. Lantunan-lantunan ayat suci selalu terdengar dari surau ke surau, dari masjid ke masjid hingga dari rumah ke rumah.

Begitulah budaya yang sangat terjaga di lingkungan masyarakat Banjar, termasuk keluarga Haji Deny yang tak ketinggalan melakukan tadarus di kediaman.

Ya tadarus memang sudah menjadi bagian kehidupan masyarakat Banjar disetiap bulan suci dan tidak butuh dilombakan. Apalagi hanya untuk kepentingan-kepentingan pribadi.

Bersama para habaib di kediamannya, Sabtu (1/5/2021) Haji Deny menggelar tadarus. Turut hadir Habib Musthofa Al Habsy, Habib Zakaria Bahasyim, Habib Abdurrahman Bahasyim (Habib Banua), dan Habib Naufa Shahab.

Tadarus di kediaman bersama para habaib ini sekaligus respon atas undangan “adu” tadarus yang digagas oleh forum yang menamakan dirinya Forum Habaib Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan.

Sebelumnya, publik banua diramaikan dengan undangan tadarus bersama Sahbirin Noor dan Haji Denny di Masjid Al Karomah yang tersebar di media sosial. Dalam undangan tersebut tertulis:

“Mengingat Kalsel sebagai daerah yang agamis dan mayoritas muslim, maka sudah sepantasnya bahkan wajib seorang pemimpin keilmuannya harus lebih dari pada orang-orang yang dipimpinnya dan keilmuan tersebut bukan hanya dibidang umum namun juga di bidang agama.

Maka kesimpulan dari hasil musyawarah, kami mengundang bapak Sahbirin Noor calon gubernur 01 dan bapak Denny Indrayana calon gubernur 02 tanpa boleh diwakilkan untuk menguji membaca Al Qur’an atau bertadarusan Al Qur’an di Masjid Al Karomah Martapura.”

Sontak undangan tersebut memunculkan polemik, karena narasi yang tertulis dalam undangan jelas mengadakan agenda tadarus bersama untuk “menguji” baca Al Qur’an kedua pasangan calon yang berkaitan dengan PSU. Seakan menggiring yang paling berhak memimpin Kalimantan Selatan adalah yang paling bagus bacaan Al Qur’annya, terlepas dari bagaimana melaksanakan perintah-perintah dari Al Qur’an sendiri.

Salah satu organisasi Islam yang angkat bicara adalah Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan. Melalui Nasrullah sebagai ketua PWNU Kalsel, menyatakan sangat tidak pantas mempolitisasi tadarusan terkait dengan PSU. Nasrullah juga menegaskan ulama harus kembali kepada fungsi hakikinya, yakni membina umat. Jangan sampai hanyut ke dalam ranah permainan politik.

Di sisi lain, Prof. Hadin Mujhad yang merupakan Pakar Hukum Tata Negara Universitas Lambung Mangkurat menyatakan sah-sah saja acara tadarus bersama, asalkan panitia harus betul-betul ikhlas melaksanakannya tanpa adanya unsur politis. Jika tidak maka akan hilang pahalanya. Prof Hadin juga menekankan jangan sampai menjual akhirat demi dunia.

Sementara, Habib Ali Muhammad Al Ahdal sebagai penyelenggara menyatakan bahwa kegiatan ini dirancang sekaligus untuk memperkenalkan masyarakat dengan sosok calon gubernur yang akan mereka pilih nantinya. Jelas ada muatan politis dalam acara tadarus tersebut, jika salah satu tujuannya adalah mengenalkan pasangan calon kepada pemilih.