Kabupaten Banjar Terancam Tak Dapat Penuhi Target Nasional Vaksinasi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
MENYAMPAIKAN - Dokter Diauddin, Kepala Dinkes Kabupaten Banjar menyampaikan cakupan vaskinasi pada rakor mingguan lingkup Pemkab Banjar, Senin (15/11/2021). (foto: kominfo/klik)

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Pemerintah pusat, sesuai instruksi Presiden RI Joko Widodo menarget, 70 persen dari jumlah penduduk di tiap daerah sudah harus divaksinasi pada akhir Desember 2021. Tapi di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, target tersebut tampaknya akan sulit tercapai.

Faktanya, hingga medio November ini, cakupan vaksinasi di kabupaten yang saat ini dibawah komando duet pasangan Bupati/Wakil Bupati, H Saidi Mansyur – Habib Idrus Al Habsyie ini belum mencapai setengah dari angka 70 persen yang ditargetkan.

Disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Dr Diauddin pada rapat koordinasi mingguan (rakor) mingguan lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar, Senin (15/11/2021) cakupan vaksinasi baru mencapai 21,98 persen.

“Setelah data diproses di tingkat pusat, vaksinasi di Kabupaten Banjar mencapai 21,98 persen,” kata Dr Diauddin menyebutkan 6,36 persen di antaranya vaksinasi untuk kalangan lanjut usia (lansia).

Menurut Diauddin, untuk percepatan vaksinasi, pihaknya terus berupaya untuk memobilisasi masyarakat agar lebih banyak lagi masyarakat tervaksinasi. “Dinkes siap untuk mendatangi puskesmas jika ada permintaan untuk kegiatan vaksinasi,” ujarnya.

Tentang ketersediaan vaksin, pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Direktur pada RSUD Ratu Zalecha ini menyebutkan, masih tersedia 39.870 dosis terdiri dari vaksin Pfizer, Astrazenaca dan Sinovac.

Untuk diketahui, lantaran masih rendahnya cakupan vaksinasi pula, pemerintah pusat menaikkan level Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Banjar dari yang sebelumnya level 2 menjadi level 3. (to/klik)

BACA JUGA :
Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pilkada 2020 Berjalan Lancar