Jembatan Desa Artain Baru Akan Dibangun Tahun Depan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
AMBROL - Jembatan di Desa Artain, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar yang ambrol dua tahun silam baru akan dibangun kembali tahun depan. (foto: dok/klik)

KLIKKALIMANTAN.COM – Berada di kawasan lindung Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Kalimanta Selatan, menjadi kendala awal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar tak dapat membangun kembali jembatan di Desa Artain, Kecamatan Aranio yang ambrol sejak dua tahun lalu.

Namun dari hasil koordinasi belum lama tadi, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan sebagai empuya kewenangan, telah mengijinkan Pemkab Banjar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan ruang (PUPR) membangun kembali jembatan penghubung dua desa; Desa Artaian dan Desa Riam.

M Hilman, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Banjar

“Sudah kami sampaikan. Dan secara lisan kami sudah diijinkan membangun kembali jembatan. Namun secara tertulisnya belum. Tapi setidaknya itu sudah menjadi lampu hijau bahwa pembangunan kembali jembatan dapat kami laksanakan” kata M Hilman, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Banjar saat ditemui klikkalimantan.com belum lama tadi.

Meski demikian, warga Desa Artain, Kecamatan Aranio tampaknya masih harus bersabar setidaknya satu tahun ke depan. Karena menurut M Hilman, pembangunan kembali jembatan, baru akan dapat dilaksanakan di tahun depan.

“Dengan bentang kurang lebih 150 meter, diperlukan anggaran sedikitnya Rp3,5 Miliar. Karenanya, ada mekanisme penganggaran yang harus dijalankan. Jadi dipastikan tahun depan baru dapat dilaksanakan pembangunan jembatan,” kat M Hilman.

Lebih lanjut disampaikan Hilman, berdasarkan kondisi geografi setempat, desain konstruksi jembatan yang akan dibangun besar kemungkinan gantung baja. Karena untuk membangun jembatan berkonstruksi kayu ulin, sangat tidak mungkin lantaran nihil ketersediaan kayu.

Kendati berkonstruksi gantung baja, kata Hilman, namun desain jembatan akan dibikin khusus agar tetap memiliki nilai estetika, desain jembatan akan dibikin khusus. Tidak sekadar berfungsi sebagai fasilitas penyeberangan semata, namun tetap elok dipandang mata. “Terlebih lagi, kawasan tersebut termasuk wilayah destinasi wisata di Kawasan Waduk Riam Kanan,” ujarnya. (to/klik)

BACA JUGA :
Penyelesaian Sengketa Tapal Batas Kabupaten Banjar – Tanah Laut Berlanjut

Berita Terbaru

Scroll to Top