Angka Inflasi di Banjarbaru masih Terkendali

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
INFLASI - Wakil Wali Kota Banjarbaru, Wartono (dua dari kiri) saat menghadiri pertemuan ‘High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building’ membahas inflasi daerah, Kamis (20/1/2022) di Aula Idham Chalid, Setda Provinsi Kalimantan Selatan. (foto: kominfo/klik)

klikkalimantan.com, BANJARBARU – Wakil Wali Kota Banjarbaru, Wartono menghadiri pertemuan ‘High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building’, Kamis (20/1/2022) di Aula Idham Chalid, Perkantoran Setda Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru. Pertemuan terlaksana kerjasa bareng Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Selatan bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan.

Pengendalian inflasi jangka menengah  yang masih menghadapi sejumlah tantangan, domestik maupun global, menjadi tema pembahasan pada pertemuan yang merupakan agenda tahunan semester awal 2022 ini. Tantangan yang dihadapi di antaranya peningkatan signifikan pasca tertahan akibat pandemic, kendala cuaca yang menyebabkan gangguan produksi pertanian dan perikanan, hingga tren harga komoditas dan krisis energy.

Untuk itu, menurut Amanlinson Sembiring, Kepala Perwakilan Bank Indoneisa Provinsi Kalimantan Selatan, diperlukan penyusunan peta pengendalian inflasi yang disinergikan dengan dokumen perencanaan daerah sebagai strategi kebijakan pengendalian inflasi di Kalimantan Selatan. tujuannya agar tercapai inflasi yang rendah dan stabil untuk kesejahteraan masyarakat.

“Dari sisi perkembangan harga secara tahunan inflasi Kalimantan Selatan pada Tahun 2021 tercatat sebesar 2,55 persen year on year. Dalam hal ini kita bersyukur bahwa pemulihan ekonomi terus menunjukan perkembangan yang positif,” ungkap Amanlison Sembiring.

Di Kota Banjarbaru, menurut Agus Fahlupi,  Kepala Bagian (Kabag) Kerjasama dan Keagrarian Setda Kota Banjarbaru yang hadir mendampingi Wakil Wali Kota Wartono, inflasi masih bisa dikendalikan. “Masih di angka wajar karena masih di bawah angka inflasi ditetapkan pemerintah” ujarnya.

Dikatakan dia, menghadapi dan mengatasi inflasi kerja sama antar daerah. Karena itu, pertemuan yang diprkarsai Bank Indonesia ini cukup penting mengetahui pengelolaan inflasi daerah. Perlunya kestabilan harga serta ketersediaan bahan pokok supaya bisa mencegah inflasi,” ujarnya. (to/klik)

BACA JUGA :
Bayar Retribusi Pasar Via Aplikasi, Pasar Bauntung Target Perdana