Tekan Angka Prevalensi Stunting, Pemkab Banjar Gelar Rembuk Stunting 2022

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melaksanakan ‘Rembuk Stunting tingkat Kabupaten Banjar 2022’, Kamis (23/6/2022) di Aston Banua Hotel and Convention Center, Gambut. Kegiatan dihadiri Bupati Banjar H Saidi Mansyur.

Menurut Bupati Saidi Mansyur, dalam upaya konvergensi percepatan pencegahan stunting di Kabupaten Banjar perlu dilaksanakan rembuk. Tujuannya agar target indikator dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) di bidang kesehatan 2020-2024 dapat terwujud.

Karena berdasarkan Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2021, prevalensi stunting di Kabupaten Banjar sebesar 40,2 persen. Di atas angka prevalensi Provinsi Kalimantan Selatan sebesar 30 persen. Persentase tersebut membuat Kalimantan Selatan masuk 6 provinsi dengan prevalensi angka stunting tertinggi di Indonesia.

“Semua pihak perlu bekerjasama dengan mendukung terwujudnya masyarakat dengan konsumsi gizi seimbang, percepatan perbaikan gizi, pemenuhan sanitasi dan air bersih, dengan menyusun rencana kegiatan sesuai lokus yang telah ditetapkan untuk mendapat hasil yang baik,” ucap Saidi.

Ketua Panitia Pelaksana Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Banjar yang tak lain Wakil Bupati Habib Idrus Al Habsyie melaporkan, Rembuk Stunting merupakan aksi ketiga dari delapan aksi aksi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Terintegrasi.

“Rembuk Stunting merupakan langkah penting yang harus dilakukan pemerintah Kabupaten untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi percepatan penurunan stunting, yang dilakukan secara bersama sama antara SKPD penanggung jawab layanan dengan sektor/lembaga non pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Habib Idrus juga melaporkan telah dibentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat Kabupaten. “20 TPPS Kecamatan 290 TPPS desa, serta telah dibentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebanyak 432. TPK terdiri dari bidan desa, kader KB dan kader PKK yang tugas utamanya meningkatkan akses informasi dan pelayanan,” pungkasnya. (to/klik)

BACA JUGA :
Walikota: 30 Persen Warga Kota Banjarbaru Sudah Divaksin