RSD Idaman Belum Deteksi Kasus Gagal Ginjal Akut

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

klikkalimantan.com, BANJARBARU – Gagal ginjal akut yang berujung kematian anak di sejumlah wilayah di Indonesia menjadi momok menakutkan bagi para orang tua. Tak terkecuali Kota Banjarbaru. Beruntung, hingga kini kasus gagal ginjal akut hingga saat ini belum terdeteksi di Kota Banjarbaru.

Dokter Siti Ningsih, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan RSD Idaman Banjarbaru, belum lama tadi mengatakan, hingga kini kasus gagal ginjal yang diduga disebabkan konsumsi obat jenis sirup ini belum terdeteksi ada di Kota Banjarbaru. “Alhamdulillah di Banjarbaru tidak ada yang terdata gagal ginjal, dan mudah-mudahan jangan sampai ada,” ujarnya belum lama tadi.

Ikhwal adanya edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terkait penghentian sementara penjualan obat jenis sirup, Siti Ningsih mengatakan, bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru telah membuat surat edaran sesuai aturan ditetapkan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

“Secara lisan kami telahs ampaikan. Sedangkan edaran tertulisnya sedang proses. Yang pasti saat ini kami mengikuti aturan dari BPOM,” kata Siti Ningsih.

Senada, Erni Syafarida, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) mengatakan, Dinkes Banjarbaru telah meneruskan kebijakan dari Kemekes RI dan mengeluarkan surat edaran untuk masyarakat.

Ia meminta, masyarakat terus waspada. Terutama jika mendapati gejala seperti demam, sesak napas, penurunan kesadaran, bengkak, buang air kecil sedikit atau sama sekali tidak buang air kecil, segera bawa ke rumah sakit dan penuhi anjuran pemerintah.

Ditegaskan Erni, saat ini pihaknya tidak meresepkan obat-obatan, utamanya jenis paracetamol dalam bentuk sediaan cair  sirup, baik dalam bentuk tunggal maupun kombinasi dan dari semua merk. “sampai dilakukan pengumuman resmi dari Pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujarnya. (to/klik)

BACA JUGA :
PTM di Banjarbaru Dimulai Pekan Depan

Berita Terbaru

Scroll to Top