Dugaan Korupsi di Penghujung Periode, Apa Saja?

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

KLIKKALIMANTAN.COM – Entah apakah ada hubungannya dengan kian dekatnya suksesi Pilkada di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pastinya belakangan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Banjarbaru harus mondar-mandir berurusan dengan para penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Banjarbaru.

Dugaan adanya tindak pidana korupsi di tubuh KONI Kota Banjarbaru, menjadi isue terpanas disela-sela kemunculan sejumlah tokoh yang menyatakan minatnya sebagai kandidat bakal calon Walikota dan Wakil Walikota pada suksesi 2020 mendatang.

Teranyar, hari ini Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru Sayyid Abdullah Alkaf terlihat mendatangi Kejari Kota Banjarbaru. Kepada wartawan, tokoh disebut-sebut akan maju di Pilkada Kabupaten Banjar ini, mengaku datang untuk memenuhi panggilan pihak kejaksaan.

”Kedatangan saya untuk memenuhi panggilan kejaksaan terkait pembangunan Masjid Istiqomah di Guntung Damar, Kecamatan Landasan Ulin,” ungkapnya di ruang lobi Kantor Kejari Kota Banjarbaru.

Menurut dia, pihaknya tidak merasa ada yang salah. Proses penyaluran dana untuk pembangunan tempat ibadah baru pasca pembebasan lahan-termasuk dua bangunan mushala-untuk keperluan pengembangan Bandara Syamsuddin Noor, sudah sesuai aturan.

Mengejutkan, karena berselang beberapa menit setelah Sekdakot Banjarbaru memasuki ruang pemeriksaan, datang pejabat esselon II lainnya. Adalah Jainuddin, Kepala BPKAD Kota Banjarbaru.

“Saya datang untuk keperluan penyelidikan kasus yang terjadi di KONI,” ujarnya singkat, tanpa mau memberikan keterangan tambahan.

“Nanti saja wawancaranya,” ujarnya singkat sambil tersenyum.

Mendapati persoalan tersebut, Najmi Adhani, Walikota Banjarbaru mengisyaratkan cukup terganggu.

Kepada klikkalimantan.com, Senin (29/7) walikota yang terpilih melalui jalur independen ini mengaku, dirinya sudah mendapatkan laporan dari bawahannya terkait dua persoalan hukum tersebut.

“Minggu kemarin saya mendapatkan laporan, jika kasus yang terjadi di KONI statusnya ditingkatkan. Dari penyelidikan ke penyidikan,” katanya.

BACA JUGA :
Aruh Sastra Kalsel Ke-18 Digelar di Balangan

Dalam hal ini, Najmi yang dikabarkan tetap solid berpasangan dengan Dermawan Jaya Setiawan dalam suksesi mendatang, menegaskan pihaknya menghargai apa yang dilakukan pihak kejaksaan.

“Ini murni kewenangan dan ranah kejaksaan. Untuk itu, kami sangat menghargai langkah-langkah yang diambil mereka,” katanya.

Namun demikian, Najmi mengkhawatirkan jika apa yang terjadi di KONI tersebut akan berpengaruh pada capaian hasil atlet-atlet Banjarbaru.

“Tidak gampang mencari figur yang bisa totalitas dalam pembinaan atlet,” ujarnya.

Sementara itu, pantauan klikkalimantan.com sekitar pukul 10.00 Wita, mobil dinas merk CRV bernomor polisi DA 6 R tampak memasuki areal parkir Kejari Banjarbaru. Tak berselang lama muncul mobil dinas merk Toyota Kijang Inova bernomor polisi DA 373 RA. (yan/klik)

Berita Terbaru

Scroll to Top