Geopark Pegunungan Meratus akan Diusulkan Menjadi Wisata Kelas Dunia

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

klikkalimantan.com – Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya memghadiri kegiatan gerakan sadar wisata di kawasan Geopark Meratus, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Selasa (13/82019).

Dalam sambutannya Arief Yahya menjelaskan, masyarakat adalah salah satu unsur pentahelix. Artinya, masyarakat harus aktif mendukung iklim kondusif pengembangan kepariwisataan sehjngga berdampak pada baik pada peningkatkan pembangunan daerah melalui kepariwisataan dan manfaatkannya bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Gerakan sadar wisata adalah sebuah kampanye yang digalakkan Kemenpar RI. Tujuannya, agar penerapan sadar wisata dan implementasi Sapta Pesona dapat terlaksana secara bersama-sama. Harus ada sinergi pentahelix. Baik oleh masyarakat, pemerintah, akademisi, pengusaha pariwisata, maupun media,” katanya.

Arief Yahya menjelaskan, kawasan Kiram-Gunung Mawar merupakan bagian penting dari Geopark Nasional Pegunungan Meratus.

“Pegunungan Meratus ini ditetapkan menjadi Geopark Nasional di Bogor, pada tanggal 28 November 2018. Namun, peresmiannya dilakukan pada 26 Februari 2019. Nantinya, Geopark Pegunungan Meratus juga akan diusulkan untuk masuk dalam UNESCO Global Geopark (UGG) sebagai wisata kelas dunia,” ungkapnya.

Hal tersebut dikarenakan Pegunungan Meratus satu-satunya Geopark yang ada di daratan Kalimantan yang memiliki nilai unique, Geopark Nasional Pegunungan Meratus diharapkan dapat menjadikan pariwisata Kalsel semakin bergairah. Untuk itu, perlu juga didukung oleh SDM pariwisata yang kompeten. Serta dapat menjadi tuan rumah yang baik dalam menyambut kedatangan wisatawan.

“Melalui gerakan sadar wisata ini, kita mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk mendukung pengembangan Geopark Pegunungan Meratus. Agar menjadi destinasi pariwisata yang terjaga kebersihannya, terutama melalui pengolahan sampah dengan metode terintegrasi TPS 3 R. Reduce, Reuse, dan Recycle,” ujarnya.

Mengingat Menpar Arief mengatakan, berdasarkan data TTCI (2017), tingkat kebersihan Indonesia berada di ranking 108 dari 136 negara, terendah di Asian.

BACA JUGA :
14 Desa di Kabupaten Banjar Jadi Desa Tangguh Banua

“Saya berharap semua unsur pentahelix bisa menerapkan gerakan sadar wisata dan mengimplementasikan unsur-unsur Sapta Pesona. Yaitu aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan,” ungkapnya. (to/klik)