Jamin Keberlangsungan Pendidikan, IDI dan Universitas Syiah Kuala Lakukan MoU Bersama Kedutaan Besar Palestina

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh dan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, berikan beasiswa pendidikan lanjutan.

klikkalimantan.com, BANDA ACEH – Untuk menjamin keberlangsungan pendidikan mahasiswa Palestina, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh dan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, berikan beasiswa pendidikan lanjutan.

Pemberian beasiswa bagi masyarakat Palestina yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, baik ke tingkat Strata 1 (S1) maupun Pascasarjana (S2), dan Doktoral (S3), tersebut diumumkan IDI Wilayah Aceh dan Universitas Syiah Kuala pada 26 Desember 2023 melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Kedutaan Besar Palestina di Indonesia.

Usai menandatangani MoU bersama HE Dr Zuhair SM Al Shun selaku Duta Besar Palestina di Indonesia, disaksikan Ketua IDI Wilayah Aceh, DR Dr Safrizal Rahman MKes SpOT, Rektor Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Prof Dr Ir Marwan mengatakan, sebuah universitas tentu tidak hanya menjunjung tinggi nilai etik dan pendidikan. Namun, juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

“Kita juga menyadari situasi yang dihadapi oleh saudara-saudara kita di Palestina. Karena itu, kami ingin memberikan dukungan melalui inisiatif pemberian beasiswa bagi mahasiswa Palestina,” ujarnya.

Dengan terjalinnya kerjasama yang tertuang dalam MoU tersebut, Rektor Universitas Syiah berharap pemberian beasiswa tersebut dapat memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Sekaligus meningkatkan potensi mereka untuk membangun masa depan yang lebih baik lagi.

Pemberian beasiswa tersebut disambut baik oleh Duta Besar Palestina untuk Indonesia, HE DR Zuhair SM Al Shun, dan mengucapkan terimakasih atas nama rakyat Palestina.

“Saya selaku Duta Besar Palestina untuk Indonesia, dengan tulus mengucapkan terima kasih kepada Universitas Syiah Kuala, Ikatan Dokter Indonesia, dan rakyat Indonesia, atas beasiswa yang diberikan kepada para mahasiswa Palestina,” tuturnya.

Tentunya, papar DR Zuhair, beasiswa tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan yang sangat berarti bagi mahasiswa di Palestina untuk mengembangkan diri, guna meraih cita-cita dan kesuksesan mereka.

BACA JUGA :
Matnor Ali: Raperda Pajak dan Retribusi Daerah Harus Cepat Jadi Perda

“Kami sangat berharap agar para mahasiswa Palestina dapat memanfaatkan beasiswa ini dengan sebaik-baiknya, dan para mahasiswa Palestina dapat menjadi duta bangsa Palestina di Indonesia,” ucapnya.

Beasiswa yang diberikan Universitas Syiah Kuala dan Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Aceh ini mencakup biaya kuliah, biaya hidup, dan biaya asrama, visa mahasiswa, serta asuransi kesehatan, yang akan diberikan selama empat tahun untuk program sarjana, dan selama dua tahun untuk program pascasarjana, dengan kuota awal sebanyak 83 kuota beasiswa.(zai/klik)

Berita Terbaru

Scroll to Top