Serentak, 277 Kades Study Banding ke Luar Daerah

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024, dikhabarkan 277 Kepala Desa se Kabupaten Banjar melaksanakan study banding serentak ke luar daerah.

Dikonfirmasi terkait perihal tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Banjar, Syahrialludin memastikan kegiatan study banding para Kades tersebut sudah terencana, dan merupakan salah satu program dari Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI).

“Jadi keberangkatan mereka untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di tingkat desa agar dapat terukur, terarah, dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan, baik melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek), study banding, serta kegiatan lainnya,” sanggah Syahrialludin

Dengan menyusun berbagai program tersebutlah, papar Syahrialludin, keberangkatan para kades untuk melakukan study banding ke daerah lain dapat dilakukan secara bersama-sama agar mendapatkan kesamaan, dan pemahaman yang sama.

“Jadi mereka tidak berangkat secara masing-masing. Dengan membentuk kelompok mereka dapat melakukan study banding baik terkait bagaimana cara pengelolaan Badan usaha milik desa (BUMDes), Pemerintah Desa (Pemdes), administrasi desa, dan hal lainnya,” ujarnya.

Setelah pulang dari kegiatan study banding tersebut, lanjut Syahrialludin, para Kades akan kembali membentuk kelompok, dan setiap kelompok akan memaparkan apa saja yang dapat diperoleh dari hasil study tiru tersebut.

“Masing-masing kelompok akan memaparkan terkait hasil study banding guna melakukan pemetaan terkait potensi-potensi di daerah luar yang bakal dapat di terapkan di desa meraka untuk mendukung pengembangan, dan peningkatan potensi-potensi Pendapatan Asli Desa (PADes) dalam rangka menunjang penyelenggaraan Pemdes,” jelasnya.

Tak hanya Dinas PMD, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Banjar, Kasmayuda juga memastikan kegiatan study banding ke luar daerah tersebut merupakan salah satu dari tujuh belas program APDESI guna meningkatkan dan pengembangan di Pemdes yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD). Bukan bersumber dari Dana Desa (DD).

BACA JUGA :
Rp5 Miliar, Penyeberang JPO Banjarbaru masih Bisa Dihitung Jari

“Jadi APDESI memiliki rencana kerja, dan anggaran keberangkatan per desa Rp5 Juta. Salah satu tujuan kita untuk meningkatkan pengetahuan Kades yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu. Kalau kita berdiam di desa saja, bagaimana bisa mengetahui perkembangan di dunia luar,” beber Kasmayuda yang menjabat sebagai Kades Bakambat, Kecamatan Aluhaluh.(zai/klik)

Berita Terbaru

Scroll to Top