Karena Alih Fungsi Lahan, Produksi Padi Menurun di Kabupaten Balangan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
PANEN-Bupati Balangan, H Abdul Hadi sedang panen padi milik petani di Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan.(diskominfosan/klik)

klikkalimantan.com, PARINGIN-Karena masifnya alih fungsi lahan, sehingga menyebabkan penurunan jumlah lahan pertanian di masyarakat. Akibatnya produksi padi menurun di Kabupaten Balangan.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Balangan, Rizkianoor Fauzi mengatakan, dari tahun 2018 hingga 2022, produksi padi mengalami penurunan di Kabupaten Balangan.

Penurunan produksi padi tersebut, kata Rizki, diduga lantaran lahan pertanian dalam setiap tahunnya terus berkurang. Semua terjadi karena alihfungsi lahan pertanian menjadi perkebunan, perumahan, pertambangan, dan sebagainya.

“Penyebab utama lahan pertanian sekarang ini terus berkurang karena lahan banyak dimanfaatkan untuk keperluan lainnya oleh para petani di Balangan,” terang Rizki di Paringin, Balangan, Rabu (15/5/24).

Padahal, sebut Rizki, pada tahun 2018, produksi padi sebanyak 206.557,8 ton gabah kering giling (GKG). Lalu, di tahun 2019, produksi padi mulai mengalami penurunan karena produksinya hanya  155.903,61 ton GKG.

Penurunan tersebut, tambah Rizki, berlanjut di tahun 2020 dengan produksi sebesar 186.240, 77 ton GKG. Meski di tahun 2021 produksi padi mengalami sedikit kenaikkan dengan produksi sebesar 189.010,53 ton GKG, tetapi  kembali mengalami penurunan pada tahun 2022 menjadi 70.164,04 ton GKG.

“Sebenarnya dari delapan kecamatan di Balangan, ada tiga kecamatan yang masih memiliki lahan pertanian cukup luas, yaitu di Kecamatan Awayan, Lampihong dan Batumandi,” kata Rizki.

Sedangkan di daerah pegunungan seperti di Kecamatan Juai, Halong dan Tebing Tinggi, lanjut Rizki, masyarakat biasanya hanya memproduksi padi gogo yang ditanam di Pegunungan Meratus.(pr/klik)

BACA JUGA :
Buser 690 Banjar Gelar Musda V Masa Bhakti 2020-2025

Berita Terbaru

Scroll to Top