Puncak Kemarau, 665.8 Hektare Lahan di Kabupaten Banjar Terbakar

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
KARHUTLA - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar HM Irwan Kumar terjung langsung ke titik api (hotspot) di Desa Sungai Batang bersama tim penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Banjar, Minggu (15/9/2019).

klikkalimantan.com – Kebakaran lahan dan hutan (karhutla), terutama di wilayah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan masih terus terjadi selama kemarau yang melanda sejak sekitar dua bulan ini.

Menurut Irwan Kumar, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, lahan terbakar terhitung Juli – 15 September 2019 seluas 665,8 hektare.

Menurutnya, luas lahan terbakar pada kemarau tahun ini diperkirakan masih akan bertambah, lebih banyak dibanding 2018 yang seluas 700 hektare. Musim kemarau yang baru berada di puncak 13 – 15 September lalu, memungkinkan karhutla masih akan terjadi.

Ditambahkan Irwan, hingga pertengahan September terpantau 54 titik api (hotspot). Diakumulasi sejak Juli dan Agustus, titik api sebanyak 175 titik.

Mengatasi karhutla, kata Irwan, pihaknya bersama sejumlah pihak terkait, siaga memadamkan api. Begitu juga sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan.
“Karena penyebab kebakaran bermacam-macam, faktor alam, kelalaian manusia yang membuang puntung rokok rokok sembarangan, ada juga yang sengaja dibakar,” kata Irwan.

Dipaparkan Irwan, penanggulangan dan pencegahan karhutla sudah siapkan sejak awal tahun lalu berupa 2 truk tangki berkapasitas 5.000, 5 mobil bak terbuka lengkap dengan tandon, selang, dan alkon jinjing yang digunakan untuk memadamkan api di lokasi sulit dijangkau kendaraan besar. (zai/klik)

BACA JUGA :
Krisis Air Bersih, BPBD Suplai Air di Delapan Kecamatan

Berita Terbaru

Scroll to Top