klikkalimantan.com – Susut debit air Sungai Riam Kanan dampak kemarau panjang berujung pada mati massal ikan dalam keramba dan jala apung milik pebudidaya di sejumlah desa di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan sejak sepekan lalu.

Tak hanya ikan budidaya jenis nila dan mas yang mati berton-ton, surut air sungai tanpa arus juga membuat berbagai jenis ikan sungai kelepek-kelepek ke permukaan sungai.

Mendapati itu, puluhan warga beramai-ramai turun ke sungai membawa alat tangkap ikan; jala dan tombak untuk menangkap ikan yang mulai mabuk akibat surut air sungai tanpa arus.

Di sepanjang sungai di Desa Sungai Arfat dan Mali-Mali di Kecamatan Karang Intan, juga di Desa Pingaran Ulu dan Jati Baru di Kecamatan Astambul puluhan warga turun ke sungai berburu ikan.

“Di Sungai Arfat dan Pingaran Ulu sudah sejak Jumat kemarin ikan-ikan mabuk. Hari ini giliran di Jati Baru yang mabuk. Sejak tadi malam, sudah banyak ikan baung, adungan, lampam, patin, thailan, semuanya mabuk, ” kata Jimi, salah pencari ikan ditemui klikkalimantan.com Minggu (20/10/2019) pagi.

Dari pantauan klikkalimantan.com, Senin (21/10/2019) pagi, sejumlah warga terlihat wara-wiri untuk menangkap ikan dengan jala dan tombak di tangan. (to/klik)

BACA JUGA :  Keramba dan Jala Apung di Sungai Riam Kanan, Antara Ladang Pangan dan Pencemaran