Restocking Ikan Atasi Kekurangan Stock Ikan Lokal di Perairan Umum

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
MATI MASSAL - Kematian massal ikan budidaya dalam jala apung milik pebudidaya ikan di Sungai Riam Kanan, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan belum lama tadi. Tak hanya ikan budidaya, surut debit air sungai dampak musim kemarau panjang juga berdampak pada kematian ikan non budidaya di sepanjang bantaran sungai. (foto: dok/klik)

klikkalimantan.com – Dinas Perikanan Kabupaten Banjar wacanakan program penyetokan ulang (restocking) ikan. Restocking ikan dilakukan sebagai salah satu upaya penambahan stock ikan tangkap yang ditebarkan di perairan umum yang telah mengalami penuruanan stock ikan akibat tingkat pemanfaatan yang berlebih dan cara tangkap yang kurang baik.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banjar, Riza Dauly mengatakan, beberap bibit ikan yang ditebar pada program Restocking nantinya merupakan bibit ikan lokal yang disuplai dari Balai Budidaya Air Tawar ( BBAT ), Jalan Tahura Sultan Adam Km 14, Kecamatan Karang Intan, Desa Mandiangin Barat ke Dinas Perikanan Kabupaten Banjar.

“Bibit ikan lokal yang terdiri dari bibit ikan gabus (haruan), ikan papuyu, dan ikan jelawat tersebut, nantinya akan kita tebar dibeberapa desa seperti di Desa Penggalaman, Kecamatan Sungai Tabuk, Desa Malintang, Kecamatan Gambut, dan desa-desa lainya yang memiliki lahan rawa sesuai habitat asli ikan lokal kita,” ujar Riza Dauly pada, Jumat (24/1/2020).

Riza Dauly, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banjar

Dikatakan Riza Dauly, tebar bibit ikan lokal dari program restocking ikan tersebut tentunya tidak dilakukan sembarangan. Melainkan harus benar-benar terencana dan memastikan kontur tanah, serta kecocokan potensi hidrogen (pH) air untuk bibit ikan yang ditebar.

“Jadi, untuk area restocking ikan nantinya pun, kita juga perlu melihat dipeta tata ruang terlebih dulu mana lokasi yang bisa kita fungsikan untuk tebar benih. Misal, apakah masuk dalam kategori kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang sudah jelas tidak dapat dialih fungsikan peruntukan ruangnya dan lain sebagainya. Tak kalah pentingnya, ada yang mau menjaga kawasan rawa yang dijadikan program restocking nantinya,” ucapnya.

Riza Dauly mengaku sudah mengusulkan anggaran dana tersebut melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni 2020 sebesar Rp40 Juta pertahunya. “Kami tinggal menunggu persetujuan dewan saja,” tutupnya.(zai/klik)

BACA JUGA :
Cetak Ganda KTP-El di Tanjung Rema Darat, Kepala Disdukcapil: Akan Inventarisir

Berita Terbaru

Scroll to Top