Covid-19, Imbauan Pemerintah Banyak Tak Diikuti

Oleh: Akhamad MAulana
Mahasiswa Fakultas Hukum, ULM Banjarmasin

Corona Virus Disease tahun 2019 atau lebih dikenal sebagi Covid-19, kini benar benar telah menggurita di dunia. Setidaknya 200 negara lebih saat ini tengah berjuang berperang melawan pandemi virus yang semula membunuh ribuan orang di Whuhan China.

Belakangan China telah mengumumkan bebas dari serangan virus yang penularannya antar manusia. Sebaliknya, Amerika Serikat, Italia, Spanyol dan negara negara lainnya mulai kewalahan. Bukan saja jumlah yang terserang virus itu kian bertambah, lebih memusingkan lagi jumlah kematian yang terus meningkat. Begitu setiap hari berita yang tersaji melalui media massa maupun elektronik.

Ironis memang. Tetapi lihatlah realita di lingkungan masarakat kita Kalimantan Selatan. Pendeknya, berita yang begitu mengerikan seolah hanya sebatas berita saja. Begitu jua kebijakan pemerintah baik berupa himbauan maupun larangan, masih banyak yang tak menggubrisnya.

Padahal semua itu demi kenyamanan bersama dalam menjaga kesehatan dan kebersihan sehingga bisa memutus rantai penularan Covid-19.
Menjadi sangat penting apalagi hingga saat ini vaksin yang dapat mengatasinya belum ditemukan, oleh sebab itu kita di anjurkan oleh pemerintah untuk melakukan sosial distancing, stay at home, sering kali cuci tangan, hindari kerumunan dan gunakan masker.

Ada sejumlah cara yang bisa anda lakukan untuk memutus rantai penularan covid-19 secara pribadi. Yaitu anda bisa melakukan rajin mencuci tangan, kenakan masker, hindari kerumunan, dan tingkatkan imunitas tubuh.

Banyak orang yang tidak meanggap penting hal tersebut karena berbagai alasan, jadi tidak salah apabila virus ini semakin luas karena tidak ada kesadaran terhadap diri sendiri.

Meskipun masih merasa muda masih merasa kuat, harus memperhatikan betul bahwa kita adalah salah satu yang menjadi sumber penularan bagi orang terdekat kita. Sadar pentingnya tidak keluar rumah apabila tidak ada keperluan mendesak.

Menurut data yang dirilis oleh Gugus Tugas Pecegahan Pengendalian Penanganan (P3) Covid-19 Kalimantan Selatan, jumlah terpapar terus bertambah. Mengapa? Menurut Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan melau akun FBnya, ada dua alasan mengapa hal ini terjadi.

Pertama adalah kekurangan disiplinan masyarakat untuk mengikuti anjuran pemerintah untuk mengikuti physical distancing maupun sosial distancing. Dan yang kedua masih adanya saudara saudara kita yang pernah melakukan perjalanan ke daerah wabah maupun pernah kontak dengan pasien Covid-19 tidak jujur memberikan informasi kepada aparat maupun petugas kesehatan.

Virus ini sudah merugikan kita semua tidak hanya kita, virus ini pun juga mengancam keamanan negara kita banyak peraturan yang dikeluarkan oleh presiden maupun pemerintah, untuk mengatasi akan terjadinya keresahan di masyarakat dan keamanan negara sendiri. (*)

Advnativ