Sabtu, Februari 7, 2026
BerandaBanjarTerdampak Banjir, Ruas Jalan di Desa Pematang Hambawang Rusak

Terdampak Banjir, Ruas Jalan di Desa Pematang Hambawang Rusak

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Banjir yang merendam 14 wilayah kecamatan di Kabupaten Banjar beberapa waktu lalu berdampak pada rusaknya infrastruktur jalan dan jembatan. Satu diantaranya ruas jalan kabupaten yang ada di Desa Pematang Hambawang, Kecamatan Astambul.

Tak hanya banyak didapati lubang menganga pada ruas jalan menghubungkan Desa Pematang Hambawang dengan Desa Pematang Danau, Kecamatan Mataraman. Dibeberapa titik bahu jalan juga berpotensi amblas, bahkan di kiri kanan oprit jembatan kecil di ruas jalan tersebut sudah mengalami amblas.

Dikonfirmasi terkait kondisi tersebut, Jimmy selaku Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar mengakui timnya masih belum melakukan survei ke titik tersebut, namun proses inventarisasi jalan dan jembatan rusak di wilayah terdampak bencana banjir sudah dilakukan dan dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar.

“Nanti akan kita survei langsung ke lokasi, tak terkecuali oprit jembatan yang mengalami amblas,” ujarnya saat ditemui pada Kamis (5/2/2026) kemarin.

Berdasarkan hasil inventarisasi di lapangan, lanjut Jimmy, didapati sejumlah kondisi jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan pascaterdampak bencana diantaranya; ruas jalan rigid di Desa Sungai Tabuk, Kecamatan Simpang Empat, jalan aspal di Desa Pingaran Ulu, Kecamatan Astambul dan di Desa Tajau Landung, Kecamatan Sungai Tabuk.

“Kondisi jalan yang mengalami kerusakan di wilayah Kecamatan Karang Intan yakni, ruas jalan paving block di Desa Awang Bangkal Timur, jalan aspal di Desa Lok Tangga, jalan aspal dan jalan kabupaten di Desa Penyambaran. Sedangkan untuk kondisi jembatan yang mengalami kerusakan terjadi di Desa Aranio, Kecamatan Aranio, dan jembatan penghubung antar desa di Desa Lawiran, Kecamatan Simpang Empat,” beber Jimmy.

Meski sejumlah kerusakan jalan dan jembatan sudah dilakukan pendataan. Namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui Dinas PUPRP tidak serta merta langsung melakukan perbaikan. “Dari sekian banyak infrastruktur yang mengalami kerusakan tentu sangat sulit kita lakukan kalau menggunakan dana pemeliharaan maupun dana darurat, terkecuali yang mengalami kerusakan ringan tentu dan saat ini sudah mulai kita lakukan penanganan,” katanya.

Sebab, papar Jimmy lebih jauh, untuk kondisi jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan cukup parah, terlebih bersinggungan dengan sungai yang menjadi kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III tentunya memerlukan treatment khusus atau rekayasa teknis yang tidak sederhana.

“Seperti kondisi jalan rigid di Desa Sungai Tabuk, Kecamatan Simpang Empat yang langsung bersentuhan dengan aliran Sungai Riam Kiwa, begitu juga jalan aspal di Desa Lok Tangga dan jalan paving block di Desa Awang Bangkal Timur, Kecamatan Karang Intan yang berada disisi aliran Sungai Riam Kanan. Kita tidak bisa ujuk-ujuk langsung melakukan penanganan badan jalannya tanpa melakukan rekayasa atau memperkuat sisi badan jalan yang langsung bersentuhan dengan sungai,” ucapnya.

Atas dasar tersebutlah Dinas PUPRP Kabupaten Banjar beberapa waktu lalu bertandang ke kantor BWS Kalimantan III untuk melakukan koordinasi sebagai langkah awal. “Respon dari BWS kita terlebih dahulu harus menyediakan perencanaan dan lain sebagainya agar mendapat dukungan dari BWS. Karena wilayah sungai merupakan kewenangan mereka, tapi penanganannya tentu tidak dapat dilakukan tahun ini. Untuk penanganan sifatnya sementara tetap bisa kita lakukan, tapi itu bukan solusi untuk jangka panjang,” pungkasnya. (zai/klik)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments