klikkalimantan.com, MARTAPURA – Harga sejumlah bahan pangan umumnya naik saban jelang perayaan hari besar keagamaan. Tak terkecuali selama Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 H tahun ini. Pasar murah menjadi salah satu upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar menjaga stabilitas harga.
Melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Pasar murah digelar sejak awal Ramadhan, 20 kali di 20 kecamatan. Pasar murah terakhir dilaksanakan, Rabu (11/3/2025) di halaman Kantor Bupati Banjar di Martapura. Menjadi penutup, pelaksanaan pasar murah dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Banjar, Said Idrus Al Habsyi.
Dalam sambutannya, Wabup Said Idrus Al Habsyi mengatakan, pasar murah merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah dalam merespons kenaikan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Menurutnya, melalui kegiatan ini pemerintah daerah berupaya menjaga daya beli masyarakat dengan menyediakan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. “Pemerintah hadir dengan memberikan subsidi agar harga tetap terjangkau bagi masyarakat,” kata Wabup Said Idrus.
Tak sekadar itu, pelaksanaan pasar murah menurutnya juga menjadi sarana menggerakkan ekonomi kerakyatan. Ini lantaran pada pelaksaan pasar murah juga melibatkan para pelaku usaha kecil dan menengah.
“Selain membantu masyarakat, kegiatan ini juga membuka ruang perputaran ekonomi bagi pelaku UMKM, distributor, hingga agen lokal. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat,” kata Said Idrus.
Selama pelaksanaan pasar murah, sebanyak 3.800 paket sembako telah disalurkan kepada masyarakat. Sedangkan pada pelaksaaan puncak pasar murah di pelataran Kantor Bupati Banjar di Kecamatan Martapura, sebanyak 1.000 sembako disiapkan.
Untuk tiap paket sembako, menurut Kepala DKUMPP Kabupaten Banjar, Linda Yuniati, pemerintah daerah menyupsidi sebesar Rp20.000. paket sembako tersebut berisi; minyak goreng, tepung terigu, gula pasir, dan susu yang dijual seharga Rp38.000 per paket.
Menurutnya, pelaksanaan pasar murah melibatkan banyak pihak. Termasuk pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan yang menggandeng petani dan pebudiaya ikan. Agen dan distributor bahan kebutuhan pangan juga digandeng. (to/klik)






