Kamis, April 30, 2026
BerandaBanjarbaruBanjarbaru ‘Elok’ yang Tak Hanya Rupa

Banjarbaru ‘Elok’ yang Tak Hanya Rupa

Menggantikan Kota Banjarmasin. Laju pembangunan jadi tantangan. Keelokan wajah kota dipertahankan. SDM berakhlak mulia jadi tujuan.

Oleh: Rudiyanto

Saat Hj Erna Lisa Halaby (ELH) menjabat sebagai wali kota terhitung sejak 21 Juni 2025, Kota Banjarbaru telah bermutasi menjadi ibu kota provinsi Kalimantan Selatan. Perubahan status sebagai ibu kota provinsi menggantikan Kota Banjarmasin tersebut termuat dalam Pasal 4 UU Nomor 8/2022 diundangkan per tanggal 16 Maret 2022.

Menjadi ibu kota provinsi, sebuah kebanggan, sekaligus tantangan. Karena seiring perubahan status tersebut, berbagai permasalahan yang dihadapi tentu akan semakin kompleks. Termasuk permasalahan tata kota. Karena bukan tidak mungkin, deru pembangunan akan berdampak pada wajah kota idaman.

Peka terhadap kemungkinan terjadinya berbagai permasalahan tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru di bawah komando Wali Kota Erna Lisa Halaby bersama wakilnya, Wartono menetapkan ‘Elok’ dalam komponen visi Banjarbaru EMAS (Elok Maju Adil Sejahtera).

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Banjarbaru 2025 – 2029, dalam visi ‘Elok’ misi yang ingin dicapai adalah terwujudnya infrastruktur yang berkualitas berkualitas dan lingkungan yang berkelanjutan. Untuk mencapai itu, telah ditetapkan program prioritas, yakni ‘Memperelok Kota’. Caranya, dengan merevitalisasi taman, median jalan, dan Penerangan Jalan Umum (PJU), penataan kabel jaringan fiber optik, pengelolaan persampahan, dan pendataan bangunan liar.

Tercatat pada Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Banjarbaru, hingga akhir 2024 telah terbangun sebanyak 116 taman. Jumlah tersebut terdiri dari 30 taman 65 taman publik, 30 taman median, 13 taman bermain anak, dan 8 taman tepian. Taman-taman tersebut yang akan dipertahankan dan direvitalisasi selama kepemimpinan Wali Kota Erna Lisa.

Penataan kabel jaringan fiber optik juga akan dilakukan. Bahkan sudah dimulai. Pelaksanaan program ini ditandai dengan pemotongan kabel optik oleh Wali Kota Erna Lisa sebagai salah satu program 100 kerja. Skemanya penataan dengan pola bawah permukaan (underground).

 

Kabel-kabel optik milik perusahaan provider telekomunikasi akan dipindahkan ke saluran drainase. Pekerjaan ini melibatkan dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD); Dinas Komunikasi dan Informatika dan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang.

Sedangkan pengelolaan persampahan, Pemko Banjarbaru dimotori Dinas Lingkungan Hidup (DLH) saat ini sedang getol-getolnya mengampanyekan perubahan pola pikir penangan sampah; dari ‘Kumpul – Angkut – Buang’ menjadi ‘Pilah – Pilih – Tabung’. Cara ini dilakukan sebagai upaya mengurangi sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga sebagai produsen terbesar sampah domestik.

Untuk optimalisasi penerpaan program pengelolaan sampah, Wali Kota Erna Lisa bersama jajaran DLH, camat dan lurah menyambangi Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Tujuannya, untuk belajar mengelola sampah secara terintegrasi.

***

‘Elok’ dalam visi Banjarbaru EMAS yang ingin dicapai duet Wali Kota/Wakil Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby – Wartono bermakna lebih luas. Elok yang tak sekadar tampilan fisik berupa penataan rupa kota, tapi juga elok perilaku masyarkatnya. Perilaku yang terbentuk dari penerapan nilai-nilai akhlak sesuai tuntunan agama.

Itu tercermin dari misi kedua dalam RPJMD Kota Banjarbaru 2025 – 2029, yakni mewujudkan sumber daya manusia (SDM) Banjarbaru yang berakhlak mulia dan bersaya saing.

Di tahun pertama kepemimpinan Lisa – Wartono, sejumlah program mencapai misi tersebut mulai terlaksana. Melalui Dinas Pendidikan (Disdik) misalnya, program penguatan Pendidikan karakter dilakukan.  Di dalamnya, melibatkan ulama dan tokoh agama. “Ini bagian dari upaya pembentukan karakter peserta didik,” kata Abdul Basid, Kepala Disdik Kota Banjarbaru.

Selain melakukan penguatan pendidikan karakter melalui intitusi pendidikan dari tingkat PAUD, SD, dan SMP, upaya membantuk SDM Banjarbaru yang berakhlak mulia juga terlihat dari sejumlah kegiatan bernuansa religi dilaksanakan Pemko Banjarbaru. Salah satunya pelaksanaan tabliq akbar menghadirkan ulama dan tokoh agama kondang.

Teranyar, adalah tabliqh akbar dan shalat hajat dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-27 Banjarbaru. Dai muda, Hanan Attaki diundang hadir pada kegiatan diselenggarakan di Masjid Agung Al Munawarrah, 16 April 2026.

Selain Hanan Attaki, beberapa mubaliq kondang; Ustadz Das’ad Latif, Ustadz Abdus Somad (UAS) juga pernah menyampaikan ceramah agamanya di Kota Banjarbaru. (klikkalimantan.com)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments