“Banjar Ditata, Banjar Dijaga” menjadi tema besar diusung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar pada perayaan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar tahun ini.
Bupati Banjar H Saidi Mansyur saat pelaksaan rapat paripurna DPRD Kabupaten Banjar dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar, Rabu (12/8/2026) memaparkan tentang dipilihnya tema tersebut.
“Banjar Ditata, Banjar Dijaga”, kata Bupati Saidi merupakan bentuk eskalasi sekaligus komitmen bersama dalam membangun daerah. “Banjar Ditata” bermakna; pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah harus berpijak pada perencanaan yang matang, tata kelola pemerintahan yang kuat, pelayanan publik yang tepat, serta infrastruktur dan perekonomian yang produktif.
Sedangkan “Banjar Dijaga”, ujar Bupati Saidi, merupakan panggilan bagi seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, kerukunan, kelestarian lingkungan, serta nilai-nilai agama dan budaya yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat.
Selaras dengan tema diusung tersebut, Bupati Saidi menyebut, pembangunan di Kabupaten Banjar terus menunjukkan hasil positif. Ini berkat kerja keras dan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat.
“Salah satunya di bidang pembangunan manusia. Ini tercermin dari nilai Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Banjar yang telah mencapai angka 75,11 pada 2025,” kata Bupati Saidi.
Ada tiga dimensi pembentuk IPM, satu di antaranya adalah Angka Harapan Hidup (AHH). Kesehatan menjadi indikator penentu dalam dimensi ini.
Dalam kerangka besar pembentuk IPM tersebut, perbaikan sanitasi masyarakat menjadi salah satu kuncinya. Melalui Bidang Ciptakarya pada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar, pada 2024 puluhan bilik toilet dan tangki septik dibangun di puluhan desa dan sejumlah wilayah perkotaan.
Disebutkan Kepala Bidang (Kabid) Ciptakarya, Iwan Junaidi, total bantuan santisasi pada 2024 sebanyak 768 unit dengan alokasi anggaran mencapai Rp9 Miliar. “718 itu bilik WC dan tangki saptik peruntukan di pedesaan dan 50 unit tangki saptiknya,” ujarnya.
Tentang bantuan sanitasi, Sekretaris Dinas PUPRP Kabupaten Banjar, Gusti Abu Bakar mengatakan, program ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Banjar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam penyediaan sarana sanitasi dan air minum yang layak, aman, dan berkelanjutan.
Menurutnya, ketersediaan sanitasi dan air minum yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam upaya pencegahan dan penurunan angka stunting di daerah.
“Semoga lewat bantuan ini masyarakat dapat menjaga dan memanfaatkan bantuan yang diberikan secara optimal, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang dan berkontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Banjar,” kata Gusti Abu Bakar. (klikkalimantan.com)




















