klikkalimantan.com, MARTAPURA – Banjir di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) dipantau Menteri Lingkungan Hidup (LH) RI, Hanif Faisol Nurofiq. Selasa (30/12/2025), menteri yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Kehutan (Dishut) Kalsel ini menyambangi lokasi banjir di Desa Bincau, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar.
Tak hanya meninjau, kedatangan menteri didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalsel, M Syarifuffin juga untuk menyalurkan bantuan untuk warga terdampak banjir.
Di sela peninjauan, Menteri Hanif menyampaikan, pihaknya akan melakukan identifikasi dan verifikasi lapangan dalam rangka penertiban kegiatan membuka lahan; tambang batu bara, perkebunan, dan aktifitas sejenisnya yang dinilai lalai aturan.
Dikatakan Hanif, di Kalsel ada 4 daerah yang akan dilakukan audit oleh Kementerian LH terkait banjir. Keempat daerah tersebut; Kabupaten Balangan, Hulu Sungai Selatan, Tapin, dan Banjar.
“Empat catchment ini diidentifikasi oleh Deputi Gakkum dan Deputi BTKL, ada kegiatan pembukaan lahan yang cukup besar berkontribusi memperbanyak air yang menjadikan banjir,” kata Menteri Hanif.
Ia juga menyebut, hasil audit yang akam ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung ke lokasi. “Akan diberikan sangsi administrasi. Kegiatan yang tertangkap satelit, juga akan dilakukan penyegelan dan dihentikan kegiatannya,” ujarnya.
Disebutkan Hanif, di Kalsel ada 182 perusahaan bergerak dibidang tambang dan perkebunan. Sebagiannya ada yang berada di luar persetujuan Kementerian LH.
Senada, Sekda Kalsel M Syarifuddin menyampaikan, akan mengumpulkan para pengusahaan untuk dilakukan pemetaan. “Sebagai antisipasi kejadian terjadi lagi,” ujarnya. (to/klik)





































