klikkalimantan.com, BANJARBARAU- Bunda PAUD Kota Banjarbaru Hj Ririen Nadjmi Adhani, hadiri Acara Pembinaan, dalam menghadapi penilaian Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan 2019, di TK Budi Mulya Kelurahan Guntung Payung, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru.
Tampak Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru Dr H Muhammad Aswan, Lurah Guntung Payung, Bunda PAUD se Kota Banjarbaru dan undangan lainnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru Dr H Muhammad Aswan, menyampaikan semua sekolah di Banjarbaru, lingkungannya selalu disarankan agar dalam keadaan bersih, sehat dan juga ramah anak.
Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru selalu rutin melakukan pembinaan-pembinaan di sekolah-sekolah. Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan 2019, diwakili TK Budi mulia, SDN 3 Komet, SMPN 5 Banjarbaru dan SMK PP Negeri Banjarbaru.
Bunda PAUD Kota Banjarbaru Hj Ririen Nadjmi Adhani, menyampaikan seperempat dari total penduduk Indonesia adalah golongan anak usia sekolah, dan 80% diantaranya ada di sekolah.
“Mereka merupakan sasaran yang strategis untuk pelaksanaan program kesehatan, karena selain jumlahnya yang besar, mereka juga merupakan sasaran yang mudah dijangkau karena teroganisir dengan baik,” ujarya.
Sifat keingintahuan yang tinggi dan kecenderungan untuk mencoba-coba, menyebabkan mereka mudah dimotivasi dan cepat menerima serta mengadopsi hal-hal baru termasuk pesan–pesan kesehatan. Selain itu mereka juga memiliki kemampuan untuk bertindak sebagai agent of change (pengubah) dilingkungannya masing-masing.
Untuk itu, pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) masih perlu ditingkatkan. Dengan terlaksananya Lomba Sekolah Sehat (LSS), diharapkan dapat menjadi instrumen yang sungguh-sungguh mampu mendorong pelaksanaan UKS di semua sekolah di tanah air.
Kesehatan anak usia sekolah merupakan hal yang penting. Penjaringan kesehatan di sekolah sangat diperlukan karena merupakan dasar untuk mendeteksi masalah kesehatan yang dihadapi peserta didik dan berpotensi menganggu proses belajar-mengajar, dan menentukan jenis-jenis pelayanan yang harus diberikan untuk peserta didik.
Karena masalah kesehatan anak usia sekolah sangatlah kompleks dan bervariasi. Seperti anemia gizi, ataupun beberapa perilaku anak usia sekolah yang dapat menyebabkan terganggunya kesehatan seperti tidak menggosok gigi, tidak mencuci tangan dengan benar, ataupun kurang mengkonsumsi sayur dan buah.
Kondisi ini juga diperparah dengan banyaknya jajanan yang tidak memenuhi syarat yang ditawarkan di lingkungan sekolah. Hj Ririen Nadjmi Adhani mengharapkan dukungan seluruh sektor dalam mensukseskan pelaksanaan UKS, baik dalam pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sehat. (nsh)