klikkalimantan.com, BANJARBARU – Distribusi leding PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar di wilayah Desa Tatah Layap, Kecamatan Tatah Makmur, Kabupaten Banjar terhenti sejak tiga bulan terakhir. Terhentinya distriusi air bersih di musim kemarau ini dikeluhkan warga. Puncaknya, didampingi mahasiswa tergabung dalam Aliansi Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Wilayah Kalimantan, sejumlah perwakilan warga menyambangi Kantor PTAM Intan Banjar di Jalan Pangeran Hidyatullah, Banjarbaru, Kamis (1/10/2026).
Ada delapan tuntutan disampaikan perwakilan warga dan mahasiswa pada audiensi diterima jajaran pimpinan PTAM Intan Banjar tersebut. Delapan tuntuntan tersebut; segera pulihkan distribusi air bersih, buka secara terbuka penyebab terhentinya pelayanan, tetapkan target batas waktu pernaikan, sediakan air bersih darurat secara gratis, berikan kebijakan pengurangan atau pembebasan tagihan, libatkan pemerintah desa dan perwakilan masyarakat dalam pengawasan perbaikan, evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan, dan berikan pertanggungjawaban atas terganggunya pelayanan selama tiga bulan.
“Alhamdulillah kedatangan kami diterima dan sambut dengan baik. Delapan tuntutan yang kami sampaikan, semuanya disetujui dan akan segera ditindaklanjuti,” kata Khairul Fikri, Koordinator Daerah Aliansi Dema Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Wilayah Kalimantan ditemui usai audiensi.
Dikatakan Fikri, dari audiensi yang dilaksanakan, majemen PTAM Intan Banjar telah menyiapkan solusi jangka pendek dan jangka panjang untuk mengatasi permasalahan distribusi air bersih di wilayah Desa Tatah Layap.
“Termasuk solusi jangka pendek yang akan dilakukan, dan seusai tuntutan yang kami sampaikan, adalah pengiriman tangki air bersih untuk warga secara gratis,” kata Khairul Fikri.
Diamini Haudi Sultan, salah seorang perwakilan warga yang ikut hadir saat audiensi, Fikri menyebut, terhentinya distribusi leding di wilayah Desa Tatah berdampak pada pemenuhan kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga harus membeli air galon ke Kota Banjarmasin.
“Tidak ada pilihan, warga harus ke Kota Banjarmasin untuk membeli air menggunakan galon untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Karena itu kami mendesak jajaran PTAM Intan Banjar menyelesaikan permasalahan ini,” kata Fikri.
Direktur PTAM Intan Banjar, Syaiful Anwar terkait permasalahan distribusi leding tersebut mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti dengan mendatangi lokasi. Tujuannya untuk mengetahui penyebab tersendatnya distribusi leding di wilayah tersebut.
Karena sepengetahuan pihaknya, Syaiful Anwar menyebut distribusi leding di wilayah desa tersebut tetap mengalir. “Leding di sana mengalir. Cuma untuk mengatahui di wilayah mana yang tidak mengalir, petugas kami langsung ke lokasi,” katanya.
Jika sudah ditemukan penyebabnya, ujarnya, akan segera diperbaiki. Pun jika memang diperlukan, akan segera disiapkan truk tangki untuk menyuplai air bersih untuk warga. “Kasian juga warga yang tidak mendapat air bersih. Jadi apa-apa yang telah disampaikan saat audiensi tadi, akan langsung ditindaklanjuti,” kata Syaiful Anwar. (to/klik)































