klikkalimantan.com, MARTAPURA – Hindari kemacetan usai mengikuti pelaksanaan Haul ke-219 Jaddina Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, ratusan kendaraan bermotor para jemaah diarahkan menerobos banjir di Jalan Martapura Lama, Desa Teluk Selong Ulu, Kecamatan Martapura Barat menuju Desa Pekauman, Kecamatan Martapura Timur.
Pengalihan arus kendaraan bermotor para jemaah usai menghadiri haul ke-219 ulama kharismatik yang masyhur dengan nama Datu Kalampayan di Masjid Jami Tuhfaturroghibin, Desa Dalam Pagar Ulu, Kecamatan Martapura Timur tersebut terpaksa dilakukan sebagai upaya untuk memecah kemacetan yang terjadi di pertigaan Jalan Martapura Lama dan Kertak Baru.
Kendati demikian, belum sampai menuju ke Jalan Martapura Lama di Desa Pekauman, ratusan kendaraan bermotor para jemaah yang menerobos banjir di Desa Teluk Selong Ulu kembali di arahkan untuk menuju ruas Jalan Kertak Baru melalui jalur alternatif lain.
Hal tersebut dilakukan para relawan haul agar tidak membahayakan keselamatan para jemaah, karena kondisi ruas jalan yang berlubang dan terlalu licin akibat terlalu terendam banjir terhitung sejak Desember 2024 lalu.
Bahkan, salah satu jemaah dari Desa Keliling Benteng, Kecamatan Martapura Barat, yakni Supian terpaksa mengurungkan niatnya menerobos banjir yang menggenang ruas jalan kabupaten di Desa Teluk Selong Ulu dengan ketinggian sekitar 20 Cm karena dinilai membahayakan.
“Niatnya usai menghadiri haul, mau langsung ke Martapura untuk bersilaturahmi kekerabat yang ada di Kota Martapura melewati jalan di Desa Teluk Selong Ulu ini. Ternyata jemaah yang hadir di luar dugaan, dan kondisi jalan terendam banjir,” katanya.
Harusnya, lanjut Supian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar meninggikan badan jalan agar terhindar dari banjir. Terlebih saban tahunnya di laksanakan haul. “Setiap tahunnya jumlah jemaah kian bertambah banyak,” ucapnya.
Menanggapi perihal tersebut, Bupati Kabupaten Banjar H Saidi Mansyur mengakui memang pada kondisi saat ini ada beberapa titik ruas jalan yang tergenang air banjir, dan mengatakan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga sudah memberikan imbauan ke kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terkait kondisi cuaca.
“Tapi, adanya genangan ini tidak hanya mengurangi khidmat pelaksanaan haul. Seperti yang disampaikan Ketua Panitia Haul, setiap pelaksanaan haul, tak terkecuali haul Datu Kalampayan selalu tercipta kegotongroyongan,” ujarnya.
Saidi Mansyur juga menilai, upaya peningkatan atau peninggian badan jalan yang kerap tergenang air banjir bulan merupakan sebuah solusi.
“Masalah banjir bukan hanya SDM Pemkab Banjar, tapi juga harus bisa berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) hingga pusat. Mudah-mudahan kedepannya bisa lebih baik lagi, dan melakukan peninggian badan jalan juga tidak akan berpengaruh,” tutupnya.(zai/klik)