Rabu, April 8, 2026
BerandaBanjarmasinInflasi di Kalsel Tetinggi Ketiga, Gubernur Sebut Listrik dan Emas Pemicu Utamanya

Inflasi di Kalsel Tetinggi Ketiga, Gubernur Sebut Listrik dan Emas Pemicu Utamanya

klikkalimantan.com, BANJARMASIN – Badan Pusat Stastistik (BPS) mencatat, angka inflasi daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel) naik sebesar 0,86. Angka itu di atas inflasi nasional, sebesar 0,68 persen dan menempatkan Kalsel di posisi tiga kenaikan inflasi tertinggi di Indonesia.

Terkait itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel menggelar pertemuan bersama lembaga terkait pengendalian inflasi, Minggu (8/3/2026) malam. Pertemuan dihadiri perwakilan Bank Indonesia, BPS, Direktorat Jendral Perbendaharaan tersebut dipimpin  Gubernur Kalsel, H Muhidin yang juga menjabat Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kalsel.

Menurut  Gubernur Muhidin, tingginya inflasi di Kalsel dipengaruhi sejumlah komponen. Dua diantaranya adalah listrik dan emas. “Untuk listrik secara nasional sebenarnya hampir sama karena tahun lalu ada program diskon listrik 50 persen, sehingga dalam perbandingan tahunan terlihat meningkat,” ujar H Muhidin.

Sedangkan komiditas emas, kata Gubernur Muhidin, lantaran minat dan daya beli masyarakat cukup tinggi. “bahkan inflasinya lebih tinggi dibandingkan nasional,”  imbuhnya.

Untuk itu, Muhidin mengimbau masyarakat agar lebih mempertimbangkan jenis investasi emas yang dipilih. “Kami menghimbau masyarakat jika ingin berinvestasi emas sebaiknya memilih emas batangan, bukan perhiasan, karena lebih aman sebagai investasi dan nilainya lebih stabil,” ujarnya.

Menurutnya, BPS juga mencatat bahwa harga emas perhiasan dalam setahun terakhir mengalami kenaikan hingga 78,99 persen, sehingga memberikan kontribusi besar terhadap inflasi di daerah.

Muhidin juga menjelaskan, angka year on year, seandainya tanpa ada diskon listrik pada Februari 2025 dan tanpa perubahan harga emas, inflasi di Kalsel diperkirakan hanya sebesar 1,87 persen. (to/klik)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments