klikkalimantan.com, MARTAPURA – Kondisi Penerangan Jalan Umum (PJU) di Desa Kalampayan Tengah, Kecamatan Astambul dikeluhkan warga jelang pelaksanaan Haul Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari yang akan dilaksanakan dalam pekan ini, yakni pada 6 Syawal kalender Hijriyah.
Keluhan tersebut disampaikan Imam salah satu warga di Desa Kalampayan Tengah, mengingat saat malam hari penerangan di ruas jalan kabupaten menuju Kubah Makam Ulama kecintaan masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel) yang masyhur dengan sebutan nama Datu Kalampayan tidak maksimal karena banyaknya bohlam lampu dari PJU yang padam. Bahkan sudah satu bulan lamanya tanpa ada perbaikan dari pihak terkait.
“Hampir satu bulan kondisi PJU di Desa Kalampayan Tengah padam, dari titik pertigaan jalan ruas kabupaten tepatnya di depan gerbang masuk ke kawasan wisata religi hingga menuju kubah makam Datuk Kalampayan. Bagitu juga untuk PJU Solar Cell ada yang tidak berfungsi,” ujarnya pada Rabu (2/4/2025).
Kondisi tersebut, lanjut imam, tentunya sangat membahayakan keselamatan para jemaah yang datang berziarah pada malam hari ini. Mengingat, usai lebaran Idul Fitri saban tahunnya, tak terkecuali pada Idul Fitri tahun ini, Makam Datu Kalampayan selalu dibanjiri ratusan penziarah dari berbagai daerah.
“Seperti pada Selasa malam, banyak jemaah dari Desa Kampung Melayu, Kecamatan Martapura Timur yang datang ke Kubah Datu sementara kondisi jalan gelap. Kami berharap agar dinas terkait segera melakukan perbaikan sehingga kondisi jalan tidak lagi gelap, dan membahayakan keselamatan para jemaah datang berziarah,” ucapnya.
Dikonfirmasi melalui via telepon, Kepala Desa (Kade/Pambakal) Kalampayan Tengah Rusdian pun tak menampiknya, dan mengaku akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait.
“Biasanya, mendekati pelaksanaan haul Datu Kalampayan, instansi terkait akan melakukan perbaikan. Meski ada beberapa PJU yang padam, tapi masih ada PJU Solar Cell yang hidup,” tuturnya.
Diwaktu berbeda, Ali Ilyas selaku Kepala Bidang Kawasan Permukiman (Kabid KP) pada Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar memastikan PJU di desa tersebut asetnya, terkecuali PJU Solar Cell.
“Kalau PJU biasa itu milik kami, sedangkan PJU Solar Cell kemungkinan milik provinsi. Kejadian ini akan segera kami tindak lanjuti, Insya Allah malam ini juga teknisi kami ke lapangan,” katanya.
Ali Ilyas sangat menyayangkan kalau kejadian tersebut tidak langsung di laporkan masyarakat atau Kades ke DPRKPLH Kabupaten Banjar.
“Sepertinya belum ada laporan terkait kerusakan tersebut,” tutupnya.(zai/klik)