klikkalimantan.com, BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru melaksanakan ‘Pertemuan Kota Sehat 2025’, Kamis (27/3/2025) di Aula Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru. Kegiatan dilaksanakan dalam rangka persiapan penilaian Kabupaten/Kota Sehat di Kota Banjarbaru Tahun 2025.
Dipimpin Pelaksana Harian Penjabat (Plh Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru, Abdul Basid, pertemuan membahas sejumlah isu terkait. Diantaranya; pertumbuhan penduduk diperkotaan menunjukkan lonjakan yang signifikan, terutama di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan.
Pertumbuhan penduduk ini, menurut Abdul Basid, berpotensi menimbulkan berbagai masalah seperti, kepadatan lalu lintas, pencemaran udara, perumahan tidak sehat dan pelayanan masyarakat yang kurang layak termasuk kriminal, kekerasan dan penggunaan obat-obat terlarang.
Lebih lanjut menuurtnya, tidak hanya dalam rangka penilaian Kota Sehat, pada pertemuan ini Pemerintah Kota Banjarbaru berkomitmen untuk mewujudkan Banjarbaru sebagai kota yang memang benar sehat, nyaman dan layak huni bagi seluruh masyarakat.
“Kota sehat tidak hanya memfokuskan kepada pelayanan kesehatan saja, tetapi kepada aspek menyeluruh yang mempengaruhi kesehatan masyarakat, baik jasmani maupun rohani, kata Abdul Basid.
Untuk itu, lanjutnya, dalam rangka mengoptimalkan penyelenggaran kota sehat 2025, sangat diperlukan dukungan dari berbagai pihak terutama dari peserta pertemuan hari ini. “Sebagai tahapan proses penyusunan dokumen penyelenggaraan kota sehat di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan,” imbuhnya.
Ia berharap, dengan pertemuan ini seluruh elemen masyarakat dan pemerintah dapat bersinergi untuk menjadikan Banjarbaru sebagai kota yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga sejahtera secara sosial dan ekonomi.
“Kesuksesan dalam penilaian Kabupaten/Kota Sehat 2025 nantinya akan menjadi cermin dari komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (to/klik)