Kamis, April 3, 2025
BerandaBanjarbaruJustice For Juwita, Jurnalis dan Mahasiswa Tuntut Pelaku Dihukum Berat

Justice For Juwita, Jurnalis dan Mahasiswa Tuntut Pelaku Dihukum Berat

klikkalimantan.com, BANJARBARU – Motif pembunuhan jurnalis Juwita masih menjadi misteri. Ratusan massa dari berbagai organisasi pers dan mahasiswa gelar aksi damai bertajuk ‘Justice For Juwita’ di kawasan Tugu Nol Kilometer Banjarbaru, Kamis (3/4/2025).

Dalam aksi tersebut ratusan massa menuntut keadilan atas kematian tragis jurnalis Juwita, yang awalnya diduga akibat kecelakaan tunggal saat mengendarai motor pada 22 Maret 2025 lalu di Gunung Kupang. Namun, sejumlah kejanggalan mulai terungkap, dan diduga jurnalis wanita dari media online Newsway.co.id merupakan korban femicide.

Dalam aksi ‘Justice For Juwita’ yang dihadiri Ketua DPRD Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putra. Ratusan massa mendesak agar pelaku pembunuh Juwita, yakni Jumran seorang anggota TNI AL yang bertugas di Balikpapan, Kalimantan Timur diberikan hukuman seberat-beratnya.

Sebab, hingga kini motif pembunuhan Juwita masih menjadi misteri dan belum ada kejelasan dari penyelidikan yang dilakukan oleh Denpom Lanal Banjarmasin.

Tak hanya itu, di tengah pengamanan ketat personel Polres Banjarbaru. Dalam demonstrasi massa membentang berbagai spanduk bertuliskan tuntutan keadilan atas kematian tragis jurnalis Juwita, diantaranya menuliskan ‘Justice For Juwita’, ‘Adili Jumran dengan Terbuka’, ‘Stop Femicide’, serta ‘Keadilan untuk Jubi, Keadilan untuk Papua’.

“Kita berkumpul di sini bukan hanya untuk mengenang Juwita, tetapi untuk menuntut keadilan setegak-tegaknya. Kami meminta hukuman seberat-beratnya, bahkan jika perlu hukuman mati bagi pelaku!” tegas Ketua Koordinator Aksi Damai, Suroto dalam orasinya.

Selaku Pimpinan redaksi (Pimred) Newsway.co.id, Suroto juga mempertanyakan transparansi penyelidikan aparat terkait motif pembunuhan yang masih belum diungkap.

“Juwita bukan sekadar teman, dia adalah bagian dari kita semua. Luka yang ia derita Juwita adalah luka bagi kita semua. Kami para jurnalis merasa kehilangan yang sangat mendalam. Kami ingin keadilan!” tegasnya lagi.

Ia juga menekankan, kasus ini bukan hanya tentang satu individu, melainkan soal kebebasan pers dan keselamatan jurnalis di Indonesia.

“Jika hari ini kita diam, maka besok bisa jadi kita yang menjadi korban. Kami tidak ingin ada lagi Juwita-Juwita lain yang harus meregang nyawa karena pekerjaannya. Kami menuntut keadilan, kami menuntut transparansi!,” ucapnya.(zai/klik)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments