Senin, April 7, 2025
BerandaBalanganKomunitas Sepeda Gelar BMB Sanggam

Komunitas Sepeda Gelar BMB Sanggam

klikkalimantan.com, PARINGIN – Memanfaatkan momen ramainya masyarakat bersepada, salah satu komunitas sepeda di Kabupaten Balangan menggelar event sepeda bertajuk fun bike BMB (Bakayuh Malihat Budaya) Sanggam 2020.

Bersepeda bersama dengan mendatangi tempat-tempat  mengandung nilai sejarah dan budaya di Balangan yang digelar Minggu (5/7/2020) ini, juga menerapkan protokol kesehatan.

Ketua Palaksana BBM, Sugianoor, mengungkapkan, tujuan kegiatan ini selain olahraga bersepada bersama juga guna mengenalkan tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah dan budaya di Kabupaten Balangan.

Ada tiga tempat yang menjadi destinasi acara yang digelar pertama kalinya di Bumi Sanggam ini. Yakni Rumah Batu di Desa Ninian, Masjid Jannatul Ma’wa di Desa Buntu Karau, dan Wisata Kebun Nanas di Desa Sirap, Kecamatan Juai.

Rumah Batu di Desa Ninian sendiri, papar Sugi, merupakan salah satu bangunan arkeologi yang ada di Balangan. Rumah milik Alm HN Iffansjah Hanafie bin Handran tersebut dibangun pada tahun 1926.

Rumah yang lebih dikenal dengan sebutan Rumah Batu atau Rumah Belanda ini mempunyai denah menyerupai hurup U, khas rumah Eropa khususnya Belanda.

Bahan bangunan pun mengunakan beton untuk bagian pondasi bawah. Mulai dari pondasi hingga lantai untuk seluruh bagian rumah. Sedangkan bangunannya menggunakan bahan kayu, khusus lantai rumah menggunakan teraso warna gelap (hitam/hijau) untuk ruang tamu.

Rumah berbentuk persegi empat 20×20 meter dengan tinggi hampir 12 meter serta menggunakan atap sirap itu, hingga kini masih kukuh berdiri menjadi saksi hidup perjalanan Balangan.

Rumah berarsiktektur Eropa sesuai  zaman kolonial Belanda ini menandakan kemapan ekonomi Balangan tempo dulu.

Rumah Batu ini juga sempat digunakan oleh TNI selama empat tahun, dari tahun 1959 hingga 1963 sebagai pos penjagaan untuk keamanan dari gangguan gerakan Ibnu Hajar di wilayah Balangan.

Sedangkan Masjid Jannatul Ma’wa, tempat kedua yang disambangi dalam kegiatan tersebut, menurut Sugi, adalah masjid bersejarah karena satu dari beberapa masjid yang menjadi peninggalan Datu Kandang Haji.

Datu Kandang Haji sendiri semasa hidupnya berdakwah dan mendidikkan ajaran Islam di dataran tinggi Balangan dan sekitarnya. Beliau sempat membangun tiga buah masjid. Yakni Masjid Al-Mukarramah di Desa Bangkal, Masjid Jannatul Ma’wa di Desa Buntu Karau, dan Masjid Sirajul Huda di Desa Paran.

“Dengan mendatangi kedua tempat inilah, kita berharap nilai-nilai budaya dan sejarah Balangan bisa terus terawat dan menjadi kebanggaan,” harapnya.

Selain kedua tempat bernilai budaya dan sejarah ini, dalam acara tersebut juga mendatangi tempat wisata kebun nanas yang ada di Desa Marias.

Wisata alam kebun nanas ini merupakan tempat wisata yang dikelola secara mandiri oleh seorang warga setempat. Selain nanas, di tempat tersebut juga terdapat aneka tanaman buah lainnya. Juga ada tempat bersantai dan wisata air berupa danua yang bisa dikelilingi menggunakan sepeda air berbentuk bebek.

Terakhir, karena saat ini musim pendemi Covid-19, maka dalam pelaksanaan kegiatan juga diterapkan protokol kesehatan serta pembatasan peserta. “Kita tetap mengutamakan protokol kesehatan, dan berharap budaya, sejarah, dan wisata Balangan terus lestari dan maju,” pungkasnya. (rdh/klik)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments