klikkalimantan.com, BANJARMASIN-Gubernur Kalsel, H Muhidin mendorong agar tercipta kehidupan masyarakat yang harmonis, rukun, dan damai di Banua ini.
Hal ini disampaikan H Muhidin melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso pada acara Lokakarya Kebangsaan yang mengambil tema: Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme (Gerakan Harmoni Indonesia Maju), yang dilaksanakan di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Senin (17/2/25).
“Semoga kerukunan, keharmonisan, dan kedamaian yang kita rasakan sekarang, terus terpelihara dan terjaga selamanya, khususnya di Kalsel,” sampai H Muhidin dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Adi Santoso.
Kondisi bermasyarakat yang diharapkan Gubernur ini pun tergambar pada kegiatan yang dihadiri oleh sejumlah kalangan ini.
Di mana pada kegiatan ini terlihat dihadiri oleh perwakilan dari Polda Kalsel, Densus 88, perwakilan pemerintahan, kalangan akademisi hingga ormas keagamaan di Kalsel.
“Bangsa Indonesia ditakdirkan memiliki ragam suku, etnis, budaya, bahasa dan agama, yang menjadikannya sebagai salah satu negara dengan tingkat keragaman yang sangat kaya,” kata H Muhidin.
Namun, tutur H Muhidin, sejalan dengan hal itu, peluang masuknya pemecah belah bangsa yang mengusung isu suku, agama, dan ras (Sara) pun cukup besar. Untuk itu,
kekompakan untuk memelihara persatuan di atas keragaman ini menjadi penting bagi bangsa Indonesia.
“Kekompakan untuk memelihara kemajemukan harus kita pertahankan dengan berbagai macam pendekatan. Salah satunya dengan melakukan seminar dinamika isu-isu terkini yang berpotensi mengancam persatuan kita,” ingat H Muhidin.
Sebab, tambah H Muhidin, isu intoleransi, radikalisme, dan terorisme adalah isu-isu yang sering digaungkan oleh pihak-pihak yang ingin bangsa ini terbelah, lalu merusak persatuan dan kesatuan yang selama ini dijaga dengan baik.
“Saya minta forum seperti lokakarya kebangsaan ini harus sering diselenggarakan untuk menjaga harmoni nasional bangsa Indonesia,” pinta H Muhidin.(pr/klik)