Senin, Februari 16, 2026
BerandaKalselPanen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional, Gubernur: Kalsel Surplus Beras 1,2...

Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional, Gubernur: Kalsel Surplus Beras 1,2 Juta Ton

klikkalimantan.com, MARABAHAN – Panen raya padi dilakukan serentak se-Indonesia via daring, Rabu (7/1/2026) di Kalimantan Selatan (Kalsel) panen raya terpusat di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala (Batola). Kegiatan dihadiri Gubernur Kalsel, H Muhidin. Saat yang sama, via daring, juga disampaikan pengumuman Swasembada Pangan Nasional.

Gubernur Muhidin menyebut, ketahanan pangan Banua saat ini berada pada kondisi yang sangat kuat, ditopang oleh surplus beras yang terus meningkat dan kolaborasi lintas sektor yang berjalan konsisten. “Surplus beras Kalimantan Selatan saat ini mencapai sekitar 1,2 juta ton dengan kenaikan hampir 15 persen, tertinggi di regional Kalimantan. Ini menunjukkan ketahanan pangan kita sangat kuat,” ujar Muhidin.

Menurutnya, capaian Kalsel dalam sektor pangan tidak hanya dilihat dari volume produksi, tetapi juga dari indikator ketahanan pangan secara nasional. Meski produksi padi dan beras Kalimantan Selatan berada di peringkat 10 nasional, penilaian ketahanan pangan justru menempatkan provinsi ini di posisi tiga besar nasional, di bawah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Gubernur Muhidin juga menekankan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak. Dinas Pertanian berperan dalam peningkatan produksi, TNI mendukung pengelolaan lahan persawahan, sementara Kepolisian turut berkontribusi dalam pengembangan komoditas jagung. Sinergi tersebut dinilai menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas pangan di daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan Syamsir Rahman menjelaskan, pada tahun 2025 produksi padi di Kalimantan Selatan mencapai 1.183.000 ton atau hampir 1,2 juta ton. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di regional Kalimantan, meski sejumlah lahan menghadapi tantangan hama dan genangan air.

“Produksi padi kita terus meningkat dan menjadi penopang bagi provinsi lain, khususnya Kalimantan Tengah yang banyak mengambil pasokan beras dari Barito Kuala,” ujar Syamsir.

Selain dari sisi produksi, kata Syamsir, Kalimantan Selatan juga mencatat prestasi nasional dengan menempati peringkat pertama Indeks Ketahanan Pangan, menggeser Provinsi Bali yang sebelumnya berada di posisi teratas selama tiga tahun berturut-turut. Penilaian indeks tersebut mencakup aspek ketersediaan pangan, keterjangkauan harga, distribusi, serta keragaman konsumsi pangan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menargetkan peningkatan produksi padi hingga 1,3 juta ton pada 2026. Target tersebut akan ditempuh melalui peningkatan indeks tanam, optimalisasi lahan rawa, pencetakan sawah baru, pemanfaatan Brigade Pangan, serta penerapan modernisasi pertanian berbasis teknologi. (to/klik)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments