Monitoring Wilyah Terdampak Banjir, Polsek Martapura Minta Masyarakat Selalu Waspada

(Photo : PANTAU BANJIR - Kapolsek Martapura AKP Suroto, berdasarkan hasil monitoring pihaknya bersama jajaran Bawah Kendali Operasi Polisi Daerah Kalimantan Selatan (BKO Polda Kalsel), beberapa ruas jalan desa di Kecamatan Martapura kini mulai terendam banjir./klik)

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Jajaran Polsek Martapura terus melakukan pemantauan ke seluruh wilayah Kecamatan Martapura yang terdampak banjir, akibat tingginya intensitas hujan yang menyebabkan air Sungai Martapura meluap sejak 26 Desember 2020 lalu.

Menurut Kapolsek Martapura AKP Suroto, berdasarkan hasil monitoring pihaknya bersama jajaran Bawah Kendali Operasi Polisi Daerah Kalimantan Selatan (BKO Polda Kalsel), beberapa ruas jalan desa di Kecamatan Martapura kini mulai terendam banjir.

“Seperti di Jalan Melati, Desa Bincau, kini sudah tidak dapat dilalui semua kendaraan bermotor, karena debit air kian tinggi. Bahkan, beberapa tempat pengungsian seperti di Aula Kecamatan Martapura kini telah dihuni sekitar 180 orang warga terdampak banjir yang mengungsi. Begitu pun dua tempat pengungsian di Gang Rahmat, Desa Tanjung Rema, dan Desa Jawa Laut, sudah mulai dihuni pengungsi,” ujarnya kepada klikkalimantan.com, Rabu (13/1/2021) sekitar pukul 22.23 Wita.

Untuk itu, melalui kegiatan monitoring yang dilakukan pihaknya bersama BKO Polda Kalsel, dengan membagi dua tim, AKP Suroto berharap agar warga yang terdampak banjir selalu menjaga kesehatan dan keselamatannya, khususnya bagi petugas relawan posko.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kesehatannya, dan juga jangan lupa tetap menerapkan 3 M. Yakni menggunakan Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak, meskipun bencana banjir melanda. Terlebih, Kota Martapura masih berstatus zona merah,”  ingat Kapolsek Martapura yang mengatakan pihaknya telah menerjunkan 15 personel untuk melakukan monitoring siang dan malam hari.

Salin itu, tambah AKP Suroto, masyarakat juga harus waspada akan bahaya yang mengancam di tengah deraan bencana banjir, seperti hewan buas dan lain sebagainya.

“Utamanya selalu waspada akan bahaya listrik, agar tidak menimbulkan korban jiwa. Mengingat, pada 11 Januari 2021 belum lama tadi, musibah banjir sudah menelan korban jiwa. Yakni seorang anak berusia 13 tahun warga Kelurahan Tanjung Rema Darat yang tewas tenggelam. Mudah-mudahan tidak ada lagi terjadi hal-hal yang tak dinginkan,” pungkasnya.(Zai/klik)

Advnativ