Warga Binaan Lapas Perempuan Martapura Hasilkan Produk Unggulan

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II Martapura, kini telah menghasilkan sejumlah produk olahan unggulan yang dapat dipasarkan.

Menurut Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Martapura, Salis Farida Fitriani, hal ini merupakan wujud nyata sumbangsih Lapas dalam rangka melaksanakan salah satu program Dirjen Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Yakni Resolusi Pemasyarakatan bersama instansi pemerintahan.

Salis Farida Fitriani memaparkan, produk olahan tersebut terwujud berkat kerjasama bersama instansi Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Banjar. Salah satunya dengan Dinas Perikanan, yang selama ini telah memberikan pelatihan keterampilan bersertifikasi kepada warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Martapura, seperti mengolah produk makanan dan budidaya ikan.

“Jadi, warga binaan di Lapas Perempuan ini, selain mendapatkan pembinaan kepribadian, juga mendapat pembinaan kemandirian. Seperti pelatihan keterampilan, guna menghasilkan produk unggulan,” ujar Salis Farida Fitriani, didampingi Ida Nursanti selaku Kasubsi Bingker dan Lohasilker Lapas Perempuan Kelas IIA Martapura, Rabu (7/4/2021).

Salis Farida memaparkan, dengan diberikannya pembinaan kemandirian berupa berbagai pelatihan keterampilan, diharapkan warga binaan yang sudah menjalani masa pidana dan kembali kemasyarakat nanti, mampu mencari pekerjaan atau membuka usaha sendiri dengan keterampilan yang dimiliki.

“Sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, setelah kembali kemasyarakat. Serta tidak lagi terjerat dengan kasus yang sama, karena faktor ekonomi. Selain itu, selepas dari Lapas, mereka juga mendapat bantuan finansial yang kami tabungkan dari hasil penjualan produk olahan mereka yang telah dipasarkan selama ini,” ucapnya.

Salis Farida mengungkapkan, selama ini hasil produk yang dikerjakan warga binaan selalu dipasarkan. Antara lain melalui event-event, khususnya event yang ada di Lapas, serta kegiatan lainnya. Misalnya pada Pasar Murah Ramadhan beberapa hari lalu.

“Jadi, hasil prodak olahan mereka seperti otak-otak, empe-empe, abon, amplang, bakso, dan lain sebagainya yang berbahan baku ikan, kita pasarkan,” tuturnya.

Hal serupa sebelumnya telah dibeberkan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banjar, Riza Dauly. Menurutnya, sejak 2019 lalu hingga saat ini pihaknya masih berkerjasama dengan Lapas Perempuan Kelas IIA Martapura dalam rangka memberikan pelatihan keterampilan untuk menghasilkan produk olahan dan budidaya ikan kepada warga binaan.

“Tugas kami tidak terlepas sebagai fasilitator dalam memberikan keterampilan untuk pengolahan dan budidaya ikan. Seperti memfasilitasi pelatihan membikin olahan ikan, yakni otak-otak, empa-empa, abon, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Riza Dauly mengaku sangat bersyukur, karena dari hasil pelatihan yang diberikan kepada warga binaan kini telah menghasilkan beraneka ragam produk yang dapat dipasarkan.

“Kita juga akan memfasilitasi untuk membantu pemasaran produk olahan ikan dari hasil warga binaan, seperti melalui media sosial. Mudah-mudahan kedepannya produk olahan warga binaan ini sudah memiliki izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT). Sehingga, produk mereka bisa masuk ke pasar-pasar modern lainnya,” harapnya.

Hal tersebut, lanjut Riza Dauly, juga menjadi salah satu upaya Dinas Perikanan Kabupaten Banjar untuk menjalin kemitraan dengan pelaku usaha dan pengolah ikan lainnya.

“Kerjasama ini akan terus berlanjut, dan jenis pelatihan pengolahan ikan ini selalu kita diversifikasi. Seperti jenis ikan yang digunakan, misal patin, tenggiri, dan lain sebagainya. Sehingga, ketika mereka keluar dari Lapas nanti, warga binaan sudah bisa lebih mandiri untuk mendorong ketahanan diri maupun keluarga mereka nantinya,” pungkasnya.(Zai/klik)

Advnativ