Penderita Ispa Akibat Kabut Asap Meningkat, Ini Cara Dinkes Banjar Mencegahnya

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Thauffikurrahman, Kasi P2PM Dinkes Kabupaten Banjar. Foto: zai/klik

KLIKKALIMANTAN.COM – Kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di Kalimantan Selatan, tak terkecuali karhutla yang terjadi di wilayah Kabupaten Banjar berdampak pada terjadinya kabut asap. Akibat kabut asap, jumlah penderita Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (Ispa) meningkat.

Data pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar menunjukan, dalam satu bulan, 23 Agustus – 28 September 2018 penderita Ispa di Kabupaten Banjar sebanyak 4.119 orang. Berkenaan itu, Ikhwansyah, Kepala Dinkes Kabupaten Banjar melalui Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular (P2PM),Thaufikkurahman mengatakan, sejak dua pekan ini, terhitung sejak Senin, 17 September 2018, pihaknya bekerjasama dengan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL) di Banjarbaru, dan perwakilan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan pengukuran Indeks Standard Pencemaran Udara (ISPU).

Pengukuran ISPU dilakukan di empat wilayah kecamatan tertinggi pencemaran udaranya dampak karhutla. Empat kecamatan itu; Martapura, Martapura Timur, Gambut, dan Sungai Tabuk dengan tinggi tingkat pencemaran udara 50 – 100 Mikrogram/M3.

Dari empat wilayah kecamatan yang diukur tingkat pencemaran udaranya, Kecamatan Martapura Timur tertinggi, 77 Mikrogram/M3. “Normalnya 50 Mikrogram/M3. Tentunya ini sangat membahayakan kesehatan karena berada di atas ambang normal udara sehat,” kata Thauffikurahman.

Sedangkan hasil ISPU di tiga kecamatan lain, Thauffik mengatakan masih tahap pengukuran sehingga hasilnya belum diketahui. Namun berdasarkan data BBTKL do Banjarbaru, titik pencemaran udara tertinggi berada di wilayah Sungai Tabuk Kota, Kecamatan Sungai Tabuk dengan peningkatan penderita ISPA 5 persen sejak Agustus.

Taknya pengukuran ISPU, sebagai antisipasi meningkatnya penderita ISPA, Dinkes Kabupaten Banjar juga terus menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk terus menggunakan masker saat keluar rumah. Pentingnya menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih juga terus disampaikan.

BACA JUGA :
Disbudpar Banjar Gelar Workshop Kerajinan Tangan di Aranio

“Terutama bayi, balita, dan lansia yang sangat rentan terhadap ISPA. Bagi pengidap penyakit paru, janting, dan asma, diimbau tetap di rumah jika memang tidak sedang da keperluan mendesak,” kata Thauffik mengimbau. (adv/klik)

Berita Terbaru

Scroll to Top