Berkah Kemarau, Permintaan Sambungan Baru PDAM Intan Banjar Melonjak

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

klikkalimantan.com – Musim kemarau telah berdampak pada krisis air bersih di sejumlah wilayah, tak terkecuali di sejumlah kecamatan di Kabupaten Banjar. Kemarau panjang yang sudah melanda sejak Juli lalu, juga telah berimbas pada menyusutnya air baku leding pada Sungai Martapura yang diolah PDAM Intan Banjar.

Tapi di sisi lain, kemarau jadi berkah tersendiri bagi perusahaan milik daerah penyedia air bersih layak konsumsi. Pasalnya, selama musim kemarau, permintaan untuk sambungan baru pelanggan pada PDAM Intan Banjar bertambah signifikan.

Menurut Direktur Teknis (Dirtek), Said Umar, penambahan jumlah pelanggan berdasarkan formulir permohonan sambungan baru selama musim kemarau sudah lebih dari 500 permohonan.

Peningkatan permohonan sambungan baru, menurutnya, salah satunya dipicu dari perubahan pola konsumsi air masyarakat yang semula bergantung penuh pada sumur. “Sedangkan saat kemarau sumur kering,” kata Said Umar.

Di sisi lain, Said Umar melanjutkan, peningkatan jumlah pelanggan, baik di saat kemarau maupun tidak, tentunya wajib diiringi dengan pelayanan optimal distribusi air bersih kepada pelanggan. Karena itu, pihak PDAM Intan Banjar akan terus berupaya untuk itu.

Salah satunya disebutkan Said, rencana pembangunan Intake Sungai Tabuk yang ususlannya sudah disampaikan dan dibahas bersama pihak legislatif di DPRD Kabupaten Banjar. Keberadaan intake nantinya diharapkan menambah kuantitas distribusi air leding kepada pelanggan di sejumlah kecamatan yang selama ini terpusat di IPA Gubernur Syarkawi di Kecamatan Gambut.

“Dengan adanya Intake Sungai Tabuk, permasalahan distribusi air bersih seperti di wilayah Kecamatan Aluh-aluh yang masih saja dikeluhkan pelanggan teratasi,” kata Said Umar. (to/klik)

 

BACA JUGA :
Jelang MTQ Nasional ke-33 Tingkat Provinsi Kalsel, Ini Persiapan Kafilah Kabupaten Banjar

Berita Terbaru

Scroll to Top