Di Pasar Tani, Bawang Merah Kahelaan Laris Manis

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
BAWANG MERAH - Sekda Banjar H Nasrun Syah di stand penjualan bawang merah hasil panen petani Desa Kahelaan di Pasar Tani, Minggu (26/8/2018) Foto: mc-banjar/klik

KLIKKALIMANTAN.COM – Bawang merah hasil panen petani Desa Kahelaan, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan laris manis dijual di Pasar Tani di Alun-Alun Ratu Zalecha Martapura,  Minggu (26/8/2018). Tak sedikit warga yang tengah menikmati pagi sambil berolah raga, tertarik dan membeli bawang hasil panen petani yang masih segar tersebut.

Bawang merah varietas Brebes hasil panen petani Desa Kahelaan,  dijual seharga Rp20.000 per kilogram. Banyak yang membeli 1 kilogram, tapi tidak sedikit juga yang membeli membeli hingga 50 kilogram.

“Kami hanya membantu menjualkan bawang merah ini di Pasar Tani di Alun-Alun Ratu Zalecha. Sebagian besar dijual langsung petani penggarap di pasar tradisional,” kata Luthfi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, H Nasrun Syah yang hari itu juga melihat stand penjualan bawang merah di Pasar Tani mengaku senang. “Sudah disampaikan kepada pak bupati tentang keberhasilan kita menanam bawang merah ini, dan beliau sangat gembira,” ujarnya.

Bupati lanjutnya, berpesan agar petani tidak cepat puas dan terus belajar tentang cara menanam bawang merah yang baik, sehingga akan lebih meningkatkan hasil panen serta kesejahteraan petani.

Menurut HM Fachry, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) tanaman bawang merah di Desa Kahelaaan merupakan uji coba tanam di musim kemarau. Dari lahan seluas satu hektare, mampu panen bawang merah sebanyak 6 ton, dengan waktu tanam 65 hari.

Kendati diakuinya belum maksimal, namun dengan jumlah panen sebanyak itu, sudah sangat mengutungkan para petani sehingga layak untuk dikembangkan. “Berdasarkan info dari petani penggarap, biaya yang dikeluarkan  sebesar Rp50.560.000 per hektare, sedangkan harga jual di tingkat petani Rp15.000 per kilogram, sehingga dengan panen sekitar 6 ton, maka penghasilan petani sebesar Rp90.000.000,” kata Fachry. (adv/klik)

BACA JUGA :
26 Warga Keladan Baru Terima Akta Kelahiran

Berita Terbaru

Scroll to Top