Kamis, Januari 15, 2026
BerandaBanjarADI Klaim Suara Paslon RF 49.97 Persen, Awak Media Pertanyakan Metodologinya

ADI Klaim Suara Paslon RF 49.97 Persen, Awak Media Pertanyakan Metodologinya

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Lembaga survei independen dari Aliansi Demokrasi Indonesia (ADI) menduga penghitungan perolehan suara di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Banjar terjadi ketidakadilan.

Dugaan tersebut dilontarkan Syahrir dari lembaga survei independen ADI saat bertandang ke Posko Tim Keluarga Pemenangan Bupati-Wakil Bupati Kabupaten Banjar 2020, duet Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 03, yakni H Rusli – KH Muhammad Fadhlan Asy’ari (Guru Fadhlan) di Jalan Manteri Empat, Kelurahan Keraton, Kecamatan Martapura, Sabtu (12/12/2020).

“Kehadiran saya di sini untuk menegakkan keadilan demokrasi, bukan untuk berpihak kepada salah satu Paslon. Karena demokrasi merupakan sebuah bentuk partisipasi masyarakat untuk memilih pemimpin yang terbaik,” ujarnya kepada sejumlah media.

Tanpa panjang lebar melontarkan kalimat pembuka, Syahrir langsung menyampaikan persentase dari hasil risetnya di hadapan sejumlah awak media.

“Berdasarkan hasil riset yang saya input hingga sore ini (Sabtu, pukul 18.15 Wita), posisi suara sudah melebihi 70 persen dari total jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 389.993 orang di Kabupaten Banjar. Setelah melihat data yang ada menggunakan rumus Real Election dengan cara mengambil data per TPS yang selanjutnya diakumulasikan dengan hati-hati,” ujarnya.

Mengapa sangat diperlukan kehati-hatian dalam mengakumulasikan data? Syahrir menjelaskan, dikarenakan dalam setiap lompatan data, semisal dari angka 10 ke-12, interval-nya berada di angka 11 yang biasanya terjadi permainan atau ketidakadilan.

“Dengan melakukan penghitungan menggunakan real election, data tersebut real apa adanya di TPS yang selanjutnya naik ke tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan kabupaten, sebelum menjadi hasil rekomendasi penghitungan di tingkat kabupaten. Dan menurut survei saya, Paslon RF telah meraih kemenangan suara sebanyak 169.332 suara atau sekitar 49.97 persen saat ini,” bebernya.

Jadi, perolehan suara RF dari hasil survei ADI lebih tinggi dibandingkan data Quick Count KPU yang hingga pukul 20.38 Wita masih berada di 38,5 persen, dengan total perolehan suara 41.040 di 455 TPS, dari total keseluruhan 1273 TPS yang ada di Kabupaten Banjar.

Namun, Syahrir tidak menjelaskan secara rinci terkait metodologi yang mereka gunakan.

“Perolehan suara tertinggi menurut saya sementara ini Paslon dengan Nomor Urut 03, yakni sekitar 49,9 persen. Sedangkan Paslon Nomor Urut 01 menempati di 39,7 Persen, begitupun Paslon Nomor Urut 02, hanya meraih 10,3 Persen suara,” bebernya.

Meskipun Syahrir tidak menjelaskan terkait metodologi yang mereka gunakan, namun pihaknya menduga telah terjadi ketidakadilan.

“Karena sampai saat ini, suara katakanlah yang berada di TPS pelosok desa tidak semuanya masuk. Terlebih, salah satu TPS yang berada di Kecamatan Sambung Makmur ada salah satu Paslon yang mendapati perolehan suara hampir sempurna, yakni 93,51 Persen. Biasanya angka selalu bersaing, terkecuali kalau mereka melawan kotak kosong,” ungkapnya.

Meskipun Syahrir menegaskan jumlah perolehan suara perlu dilakukan validasi karena diduga terjadi ketidakadilan. Namun dirinya masih tidak menjelaskan terkait metodologi apa yang mereka gunakan? Dan hanya menyampaikan perbedaan quick count, real count, dan real election.(Zai/klik)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments