Sabtu, April 5, 2025
BerandaBanjarProgram Cepat Tanggulangi Banjir Sektor Pertanian, Dinas Ketapang Percepat Salurkan Bantuan

Program Cepat Tanggulangi Banjir Sektor Pertanian, Dinas Ketapang Percepat Salurkan Bantuan

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Bencana banjir yang melanda 19 kecamatan di Kabupaten Banjar pada Desember 2020 – Januari 2021 lalu, berdampak besar pada sektor pertanian di Kabupaten Banjar.

Berdasarkan data pada Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH) Kabupaten Banjar, tercatat seluas 14.782 hektare tanaman padi terendam banjir, dan seluas 4.596 haktare dinyatakan puso. Dampaknya, tentu sangat berpengaruh terhadap ketersedian pangan di Kalimantan Selatan (Kalsel), khususnya Kabupaten Banjar.

Menyikapi permasalahan tersebut, Komisi II DPRD Kabupaten Banjar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas TPH dan Dinas Ketahan Pangan (Ketapang) untuk bersama-sama membahasnya, Selasa (2/3/2021) kemarin.

“Mengingat beberapa waktu lalu kami juga sudah mendatangi Kementerian untuk berkoordinasi terkait penanggulan pasca banjir, khususnya soal penyaluran bantuan yang nantinya akan direalisasikan, jadi kita bahas di gelaran RDP hari ini,” ujar Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Banjar, Pribadi Heru Jaya kepada klikkalimantan.com, selepas rapat tersebut.

Disebutkan, sejumlah bantuan nantinya akan disalurkan di beberapa kecamatan yang terdampak banjir. Namun, papar politisi PKB ini, penyaluran bantuan berupa bibit padi, cabe, jeruk, jagung, pupuk, serta obat-obatan dan lain sebagainya tidak serta merta disalurkan sekaligus ke semua wilayah yang terdampak banjir.

“Sejumlah bantuan dari kementerian yang segera direalisasikan nantinya akan kita salurkan ke beberapa kecamatan yang tidak lagi terdampak banjir. Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban mereka, dan stok ketersediaan pangan di Kabupaten Banjar tetap aman,” harapnya.

Heru menyebutkan, akibat bencana banjir besar, ketersedian stok gabah di Kabupaten Banjar yang semula berjumlah sekitar 141.000 ton berkurang sekitar 40.000 ton.

“Kabupaten Banjar membutuhkan sekitar 89.000 ton gabah per tahun. Jadi, ketersediaan gabah yang semula di Sharing Rasio (SR) 1,5, berkurang menjadi SR 1,2. Tapi, kita tetap bisa swasembada,” tuturnya.

Heru memastikan, akan melakukan berbagai upaya untuk mengembalikan ketersediaan stok gabah di Kabupaten Banjar kembali seperti semula.

Di tempat yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas TPH sekaligus penjabat definitif Kepala Dinas Ketapang Kabupaten Banjar, Eddy Hasby mengaku telah mempersiapkan berbagai program untuk menanggulangi permasalahan tersebut.

“Salah satunya mempersiapkan program penanggulangan jangka pendek, seperti mempercepat proses penyaluran bantuan di lokasi-lokasi pertanian yang sudah dapat melakukan penanaman kembali,” ungkapnya.

Eddy yang didampingi Nurul Chatimah selaku Kepala Bidang (Kabid) TPH Kabupaten Banjar mengaku, pihaknya sudah memetakan beberapa kecamatan yang akan menerima saluran bantuan.

“Namun masih belum secara keseluruhan atau hanya di beberapa wilayah yang diperioritaskan, seperti di lahan pertanian seluas 287 hektare di Kecamatan Karang Intan, 519 hektare lahan di Kecamatan Martapura, dan 195 hektare lahan di Kecamatan Pengaron. Sisanya masih menunggu air banjir surut. Kedepannya mereka disarankan menanam bibit padi dengan umur pendek, yakni 100 hari sudah dapat panen,” ucapnya.

Eddy berharap, para petani nantinya mau menanam varietas bibit padi unggul yang tahan banjir. Meskipun rasanya agak pulen.(Zai/klik)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments