Senin, Januari 26, 2026
BerandaBanjarPenyaluran ‘Kurma Manis’ Terancam Terhenti Tahun Ini

Penyaluran ‘Kurma Manis’ Terancam Terhenti Tahun Ini

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Diluncurkan 2021, Program Kredit Usaha Rakyat Martapura Maju Mandiri Agamis (Kurma Manis) telah melayani banyak pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Miliaran rupiah dana penyertaan modal dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar telah disalurkan PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Martapura Banjar Sejahtera.

Namun tahun ini, penyaluran kredit usaha tanpa bunga dan agunan ini terancam tak dapat dilakukan. Informasi terhimpun, dana untuk program ini kian menipis. Nominalnya tak lebih dari Rp100 juta.

Kondisi ini pula yang membuat sejumlah pihak terkait pelaksaan program Kurma Manis, tak berani menerima berkas diajukan pelaku usaha. Karena seperti diketahui, untuk bisa merasakan manisnya Kurma Manis, pelaku usaha wajib mengantongi rekomendasi dari dinas terkait. Salah satunya rekomendasi dari Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Banjar.

Rekomendasi dikeluarkan DKUMPP, khusus untuk pelaku usaha sektor industri rumah tangga, perdagangan, jasa, dan warung makan. “Untuk sektor lain, pertanian misalnya, kewenangan ada di dinas terkait,” kata Rudy Wahyudi, Kepala Bidang (Kabid) UMKM pada DKUMPP Kabupaten Banjar, Rabu (21/1/2026).

Namun tahun ini, diakui Rudy, pihaknya belum berani menerima berkas permintaan rekomendasi. Penyebabnya, belum ada konfirmasi dari pihak PT BPR Martapura Sejahtera.

“Jika kami terima dan terbitkan rekomendasi, takutnya memberi harapan palsu,” kata Rudy yang menyebut informasi dana untuk program Kurma Manis kian menipis. “Untuk jelasnya, bisa dikonfirmasi dulu ke pihak BPR,” imbuhnya.

Meski begitu, Rudy berharap program ini dapat terus berlanjut karena sangat membantu pelaku usaha kecil mendapatkan tambahan modal tanpa harus memikirkan bunga. “Kurma Manis program yang sangat bagus untuk membatu pelaku usaha kecil menjadi mandiri. Semoga terus berlanjut,” kata Rudy.

Disebutkan Rudy, pada 2025 pihaknya menerima sebanyak 99 permintaan rekomendasi. Dari jumlah itu 51 disetujui dengan total pinjaman disalurkan sebesar Rp257.000.000. Usulan lebih banyak diterima pada 2024, 235 usulan. 149 diantarnya disetujui dengan total pinjaman disalurkan Rp787.500.000.

Tentang kabar menipisnya dana tersedia di kas BPR, dan berdampak pada kelanjutan program Kurma Manis tahun ini, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Banjar, Rachmad Ferdiansyah yang dikonfirmasi, Jumat (23/1/2026) juga membenarkannya.

Menurutnya ini terjadi lantaran tahun ini tak ada penambahan penyertaan modal dari Pemerintah Kabupaten Pemkab Banjar untuk BPR. “Sebenarnya untuk tahun ini sudah dianggarkan. Perda penambahan penyertaan modal untuk BPR juga sudah disahkan. Tapi sesuai arahan pemerintah provinsi, penyertaan modal tak dapat dilaksanakan karena pengesahan perda mestinya sebelum Perda APBD disahkan,” kata Ferdiansyah.

Ferdiansyah mengakui ini sebagai sebuah kesalahan. Namun ia menyebut, ini menjadi pembelajaran pihaknya agar tidak kembali terulang di tahun-tahun mendatang. “Sebelum tidak apa-apa, kemungkinannya karena adanya regulasi baru,” ujarnya.

Lebih lanjut tentang program Kurma Manis, Ferdi menyebut, akan tetap berlanjut hingga 2030. Karena program ini menjadi salah satu program unggulan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah mendukung sektor UMKM, pertanian,

 Anggaran untuk pelaksanaanya juga sudah disiapkan dan disalurkan bertahap, Rp2,5 Miliar per tahun. Totalnya, Rp12,5 Miliar. “Tapi untuk tahun ini, kemungkinannya hanya akan menghabiskan sisa dana yang ada. 2027 dipastikan Kurma Manis dipastikan berlanjut,” ujarnya. (to/klik)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments