klikkalimantan.com, BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin menggelar kegiatan bersih-bersih di kawasan Pasar Sentral Antasari, Senin (9/3/2026), sebagai upaya mendukung program nasional Indonesia ASRI. Serta menumbuhkan budaya hidup bersih di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Walikota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR, dan diikuti sejumlah pejabat daerah. Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, serta perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KemenLH) Republik Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta membersihkan sampah yang masih berserakan di kawasan pasar. Sampah-sampah kemudian dikumpulkan ke dalam karung untuk dipilah menjadi sampah organik dan nonorganic, sebelum ditimbang oleh petugas dari DLH.
Inspektur Utama Kementerian Lingkungan Hidup yang mewakili Menteri Lingkungan Hidup RI, Komjen Winarto, mengatakan, kegiatan gotong royong bersih-bersih ini dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia.
“Saya sangat berharap kegiatan gotong royong bersih-bersih ini tidak hanya dilakukan oleh instansi pemerintah, tetapi juga menjadi budaya di lingkungan masyarakat hingga rumah tangga,” ujarnya.
Sementara itu, Walikota Banjarmasin H Muhammad Yamin, mengapresiasi kegiatan tersebut dan menyatakan komitmen pemerintah kota dalam mendukung penuh inisiatif nasional yang diinstruksikan Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2026 untuk mengatasi persoalan sampah dan kesemrawutan kota.
Menurutnya, program tersebut bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, asri, dan aman, khususnya di area publik maupun perkantoran.
“Kami atas nama Pemerintah Kota Banjarmasin sangat mengapresiasi apa yang dilaksanakan hari ini. Kegiatan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan budaya kebersihan di kota Banjarmasin,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Pemko Banjarmasin telah mewajibkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk menjaga kebersihan di lingkungan kantor masing-masing setiap hari.
Selain itu, pemerintah kota juga telah meluncurkan sebanyak 1.582 agen 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang bertugas menyosialisasikan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya di masyarakat.
“ASN yang tidak melaksanakan pengolahan sampah di sumbernya akan berpengaruh terhadap tunjangan kinerjanya,” tegas Yamin.(sin/klik)





