klikkalimantan.com, BANJARBARU – Jumlah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) sedang bersekolah di Kota Banjarbaru terus bertambah. Berdasarkan data Unit Layanan Disabioitas pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarbaru, saat ini terdapat 629 ABK yang tersebar di 43 satuan Pendidikan.
Jumlah ABK tersebut tak seimbang dengan jumlah Guru Pendamping Khusus (GPK) yang ada saat ini, 77 orang. Idealnya, jumlah GPK sebanyak 120 orang.
Untuk menutup kekurangan itu, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru membuka penerimaan sebanyak 43 GPK. “Dinas Pendidikan Banjarbaru saat ini tengah menyiapkan proses rekrutmen untuk menutup kekurangan tersebut melalui skema PJLOP,” ujar Wali Kota Lisa, Senin (27/04/2026).
Penerimaan dengan pola Pengadaan Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLOP), penerimaan GPK dimulai tahap penerimaan berkas lamaran pada 20 – 27 April 2026. Sehari setelahnya berkas diseleksi. Hasilnya akan disampaikan pada 30 April 2026. Pelamar yang dinyatakan lolos seleksi akan mengikuti seleksi komptensi dan wawancara pada 4 – 6 Mei. Hasilnya akan diumumkan sehari setelahnya.
Penambahan jumlah GPK, bagian dari realisasi visi Banjarbaru EMAS (Elok Maju Adil Sejahtera). Yakni penyelenggaraan pendidikan yang berkeadilan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berakhlak mulia dan berdaya saing.
Selain penambahan tenaga pendidik, ULD pada Disdik Kota Banjarbaru saat ini juga melakukan asesmen komprehensif terhadap ABK. Ini sebagai upaya memastikan setiap anak mendapatkan layanan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhannya.
Menggandeng Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sebagai mitra akademik, asesmen difokuskan pada siswa yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya, seperti dari TK ke SD dan dari SD ke SMP.
“Hasil asesmen nantinya akan menjadi dasar penerbitan surat rekomendasi dari Dinas Pendidikan agar siswa dapat mendaftar di satuan pendidikan yang sesuai di Kota Banjarbaru,” kata Wali Kota Erna Lisa. (to/klik)









