Sabtu, Mei 2, 2026
BerandaBanjarbaru‘Menjual’ Aero City Menggaet Investasi Lebih Banyak Lagi

‘Menjual’ Aero City Menggaet Investasi Lebih Banyak Lagi

Transformasi ekonomi yang menyejahterakan. Investasi jadi salah satu kunci. Didukung Aero City

Oleh: Rudiyanto

Menyandang status ibu kota provinsi Kalimantan Selatan menggantikan Banjarmasin sejak Maret 2022, menjadi peluang bagi Kota Banjarbaru. Termasuk peluang menggaet para pemilik modal untuk berinvestasi.

Peluang itu pula yang dilihat Hj Erna Lisa Halaby sejak pertama kali menjabat sebagai Wali Kota Banjarbaru per tanggal 21 Juni 2025. Ini terlihat dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Banjarbaru 2025 – 2029 yang menetapkan peningkatan investasi daerah dalam daftar sasaran pada misi keempat, yakni ‘Mewujudkan Transformasi Ekonomi yang Menyejahterakan’.

Terbukti, di tahun pertama masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota, Wartono, nilai investasi yang masuk ke Kota Banjarbaru meroket. Berdasarkan data pada Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjarbaru, nilai investasi yang masuk pada 2025 mencapai Rp1,029 Triliun.

Nilai ini jauh melebihi target dipatok Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru, Rp410 Miliar. Bahkan melebihi yang ditargetkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan, Rp710 Miliar.

“Ini membuktikan tingkat kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Banjarbaru semakin kuat,” kata Wali Kota Erna Lisa Halaby pada momen peresmian gerai layanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Banjarbaru awal tahun lalu.

Capaian nilai investasi yang beratus-ratus persen di atas target tentu bukan tanpa dasar. Ini hasil dari kerja keras dilakukan jajaran DPMPTSP yang kini dipimpin Bambang Supriyanto sebagai kepala dinas.

Reformasi layanan dilakukan untuk memangkas alur klasik penghambat investasi, yakni birokrasi yang lambat dan tak pasti. Melalui sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan digitalisasi berbasis risiko, proses perizinan kini lebih mudah, cepat, dan transparan. Ini menjadi sinyal kuat bagi investor bahwa Banjarbaru semakin ramah terhadap dunia usaha.

Tak hanya itu, digitalisasi layanan membuat pengurusan izin kini bisa dilakukan dari mana saja tanpa harus antre di kantor. Langkah ini secara langsung memangkas waktu dan biaya, dua faktor yang selama ini menjadi keluhan utama pelaku usaha.

Gebrakan pelayanan terus dilakukan. DPMPTSP menghadirkan inovasi jemput bola bagi UMKM, layanan prioritas untuk difabel dan lansia, hingga integrasi layanan di Mal Pelayanan Publik (MPP).

Di Banjarbaru, lonjakan investasi didorong tiga sektor utama; jasa, perdagangan, property, dan konstruksi yang tumbuh pesat. Aktivitas transportasi dan logistik juga ikut terdongkrak seiring meningkatnya mobilitas ekonomi. Di sisi lain, sektor potensial seperti ekonomi kreatif, kuliner, hingga pertanian di wilayah pinggiran mulai didorong untuk memperluas basis ekonomi Banjarbaru.

Dampak positif dari peningkatan investasi di Banjarbaru kian terasa. Lapangan kerja terbuka, mobilitas ekonomi bergerak. Pergerakan ekonomi ini juga berdampak positif pada pertumbuhan sektor lain, UMKM.

Meski demikian, sejumlah tantangan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Kepastian urusan tata ruang satu di antaranya. Sejumlah upaya mengatasinya telah dilakukan. Di antaranya melakukan percepatan penyusunan Rencana Detil Tata Ruang (RDTR), penyiapan proyek siap investasi, hingga promosi potensi daerah. Ini untuk menjaga momentum pertumbuhan

Termasuk dalam agenda tersebut, adalah pengembangan kawasan Aero City yang saat ini tinggal menunggu ditetapkan dalam rupa Peraturan Daerah (Perda) tentang RDTR Wilayah Perencanaan (WP) Aero City. RDTR WP Aero City telah disampaikan Wali Kota Erna Lisa Halaby kepada Kementerian ATR/BPN pada Agustus 2025.

WP Aero City adalah konsep pengembangan seluas lebih dari 7.216 hektare di dua wilayah kecamatan; Kecamatan Landasan Ulin dan Kecamatan Liang Anggang. Du wilayah ini masuk dalam kawasan Metropolitan Banjarbakula yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional.

Tingginya arus penumpang di Bandara Syamsudin Noor, menjadi peluang bersar sektor transportasi, pergudnagan, perdagangan, hingga pariwisata. Karena itu, kawasan tersebut tak sekadar jadi simpul transportasi, tapi juga pusat ekonomi baru.

Pengambangan utama dalam kawasan Aero City akan difokuskan pad apembangunan infrastruktur; pusat perdagangan, perkantoran, hingga Central Business District (CBD). Dengan penekanan pada konsep Banjarbakula untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan resapan air.

WP Aero City juga pernah dipaparkan Wali Kota Lisa Halaby saat menjadi pembicara di ajang Indonesian Cities Creative Festival (ICCF) yang digelar di Malang, Jawa Timur pada pekan pertama November 2025. ICCF menjadi wadah berbagi gagasan dan pengalaman mengembangkan potensi ekonomi kreatif yang berkelanjutan. (klikkalimantan.com)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments