Selasa, Juli 14, 2026
BerandaDPRD BanjarmasinWarga Kuin Utara Minta Kelonggaran Kriteria Jaminan Kesehatan, Isnaini Soroti Infrastruktur dan...

Warga Kuin Utara Minta Kelonggaran Kriteria Jaminan Kesehatan, Isnaini Soroti Infrastruktur dan Sampah

klikkalimantan.com, BANJARMASIN – Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Isnaini, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat menggelar kegiatan reses di Kelurahan Kuin Utara, tepatnya di Jalan HKSN Komplek Surya Gemilang RT 22 RW 02. Dalam pertemuan tersebut, warga menyoroti ketatnya kriteria penerima bantuan jaminan kesehatan dari pemerintah.

Salah satu warga mengungkapkan bahwa selama ini parameter penilaian masih terlalu kaku, terutama dari sisi kondisi fisik rumah dan penghasilan ekonomi. Padahal, menurutnya, kondisi di lapangan tidak selalu mencerminkan tingkat kesejahteraan secara utuh.

“Selama ini yang dilihat itu rumah dan penghasilan. Padahal ada warga yang tidak punya penghasilan tetap, bahkan ekonominya lemah, tapi punya rumah warisan yang terlihat bagus. Ini yang akhirnya tidak masuk sebagai penerima bantuan,” ujar seorang warga dalam dialog tersebut.

Menanggapi hal itu, Muhammad Isnaini menilai perlu adanya fleksibilitas dalam penentuan kriteria penerima bantuan sosial, khususnya di sektor kesehatan. Ia menegaskan bahwa pendekatan penilaian harus lebih komprehensif agar tepat sasaran.

“Parameter ini seharusnya ada kelonggaran. Jangan hanya terpaku pada kondisi fisik rumah atau tampilan luar saja, tetapi juga mempertimbangkan kondisi riil penghasilan dan kebutuhan masyarakat,” tegas Isnaini.

Selain persoalan jaminan kesehatan, warga juga menyampaikan keluhan terkait kondisi infrastruktur di lingkungan mereka. Sejumlah ruas jalan dilaporkan mengalami penurunan yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Tidak sedikit jalan di kawasan ini sudah menurun, sehingga kami berharap ada peningkatan atau perbaikan dari pemerintah,” ungkap warga lainnya.

Masalah pengelolaan sampah juga turut menjadi perhatian. Warga mengaku kewalahan dalam menangani sampah sejak ditutupnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih. Mereka berharap adanya dukungan fasilitas dari pemerintah untuk membantu pengelolaan sampah secara mandiri.

“Saat ini kami cukup kesulitan mengelola sampah. Kami berharap ada bantuan seperti tong sampah agar bisa memilah dari rumah,” ujar warga.

Menanggapi hal tersebut, Isnaini menyatakan akan menampung seluruh aspirasi yang disampaikan untuk kemudian diperjuangkan dalam pembahasan di DPRD bersama pemerintah kota.

“Semua masukan ini akan kami catat dan menjadi bahan perjuangan kami di dewan. Harapannya, apa yang menjadi kebutuhan warga bisa segera ditindaklanjuti oleh pemerintah,” pungkasnya.(sin/klik)

 

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments