Rabu, Juli 22, 2026
BerandaBanjarmasinMilad Ke-51 MUI Jadi Refleksi Peran Ulama Mengawal Kota Seribu Sungai Menuju...

Milad Ke-51 MUI Jadi Refleksi Peran Ulama Mengawal Kota Seribu Sungai Menuju Usia Emas

BANJARMASIN – Di tengah semarak peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjarmasin memilih menandai Milad ke-51 dengan cara yang sarat makna.

Melalui Salat Hajat, Tahlil, dan Doa Bersama, para ulama memanjatkan doa bagi para pendiri MUI sekaligus memohon keberkahan untuk perjalanan dan masa depan Kota Seribu Sungai.
Bagi MUI, peringatan ini bukan sekadar mengenang usia organisasi yang telah berdiri lebih dari setengah abad. Momentum tersebut menjadi ruang refleksi atas peran ulama dalam mendampingi perjalanan pembangunan kota, menjaga harmoni masyarakat, serta mengawal nilai-nilai keagamaan di tengah perubahan zaman yang semakin kompleks.

Ketua MUI Kota Banjarmasin, Habib Ali Khaidir Alkaff, mengatakan bahwa eksistensi MUI hari ini tidak terlepas dari perjuangan para ulama terdahulu yang telah meletakkan pondasi dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat di Kota Banjarmasin.

“Kegiatan ini sekaligus mendoakan para pendiri MUI yang telah berjasa membangun dan mengembangkan organisasi ulama di Kota Banjarmasin. Kami juga memanjatkan doa untuk seluruh masyarakat Banjarmasin agar senantiasa diberikan keberkahan, kedamaian, serta kemajuan,” ujarnya.

Menurut Habib Ali, usia 51 tahun merupakan perjalanan panjang yang menunjukkan konsistensi MUI dalam menjalankan fungsi sebagai khadimul ummah (pelayan umat) dan shadiqul hukumah (mitra pemerintah). Dalam rentang waktu tersebut, MUI tidak hanya hadir memberikan pandangan keagamaan, tetapi juga menjadi jembatan dalam menjaga stabilitas sosial dan kerukunan masyarakat.

Ia menilai, memasuki usia ke-500 tahun, Banjarmasin menghadapi tantangan pembangunan yang tidak ringan. Pertumbuhan ekonomi, perkembangan teknologi, urbanisasi, hingga dinamika sosial membutuhkan fondasi moral yang kuat agar kemajuan yang dicapai tetap sejalan dengan nilai-nilai keagamaan dan budaya masyarakat Banjar.

“Karena itu, pembangunan tidak cukup hanya dengan perencanaan dan anggaran. Pembangunan juga membutuhkan kekuatan spiritual, persatuan, serta dukungan seluruh elemen masyarakat agar arah pembangunan tetap membawa kemaslahatan bagi warga,” katanya.

Habib Ali menegaskan bahwa doa bersama yang digelar bukan hanya ritual keagamaan, melainkan simbol harapan kolektif agar Banjarmasin mampu melangkah menuju masa depan tanpa kehilangan jati dirinya sebagai kota yang religius dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan.

“Semoga melalui doa yang dipanjatkan bersama ini, Kota Banjarmasin semakin diberi keberkahan, masyarakatnya hidup rukun, aman, dan sejahtera, sehingga cita-cita menjadikan Banjarmasin sebagai kota yang maju dapat terwujud,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Habib Ali juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum Hari Jadi ke-500 Banjarmasin sebagai titik kebangkitan bersama. Menurutnya, kemajuan kota tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, ulama, tokoh adat, akademisi, pelaku usaha, dan generasi muda.

Ia menambahkan, sejarah panjang Banjarmasin hingga mencapai usia lima abad merupakan bukti bahwa kota ini dibangun oleh semangat gotong royong, persatuan, dan nilai-nilai keislaman yang diwariskan para pendahulu. Warisan tersebut, menurutnya, harus terus dijaga dan diperkuat dalam menghadapi tantangan masa depan.

Sebagai bagian dari rangkaian Milad ke-51, MUI Kota Banjarmasin juga akan melaksanakan ziarah ke makam para pendiri MUI. Kegiatan itu menjadi bentuk penghormatan atas jasa para ulama yang telah mengabdikan hidupnya untuk membina umat dan menjaga marwah keagamaan di Kota Seribu Sungai.

Ziarah tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kemajuan yang dinikmati saat ini tidak lahir secara instan. Di balik perjalanan panjang MUI dan Banjarmasin, terdapat kontribusi besar para ulama dan tokoh masyarakat yang telah menanamkan nilai keikhlasan, pengabdian, dan kecintaan terhadap daerah.

Milad ke-51 MUI Kota Banjarmasin pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar perayaan ulang tahun organisasi. Momentum ini menjadi pengingat bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus berjalan beriringan dengan penguatan akhlak, spiritualitas, dan persatuan masyarakat. Dengan fondasi itulah, MUI berharap Banjarmasin dapat memasuki abad berikutnya sebagai kota yang tidak hanya maju secara fisik dan ekonomi, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai religius, berbudaya, serta membawa kesejahteraan bagi seluruh warganya.(rls/sin/klik

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments