Klikkalimantan.com, BANJARMASIN – H Aliansyah resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Banjarmasin Sisa Masa Jabatan periode 2021–2026 dalam Musyawarah Kota Luar Biasa (Muskotlub) yang digelar di Cafe Nostalgia, Kamis (23/7/2026).
Terpilihnya Aliansyah ini menandai berlanjutnya kepemimpinan PBSI Banjarmasin, setelah jabatan ketua sebelumnya kosong akibat wafatnya pimpinan terdahulu.
Amanah tersebut datang di tengah tantangan menurunnya prestasi bulutangkis Banjarmasin yang selama beberapa tahun terakhir dinilai belum mampu bersaing secara konsisten di level provinsi maupun nasional. Karena itu, kepengurusan baru dituntut tidak hanya menjaga roda organisasi tetap berjalan, tetapi juga mengembalikan marwah Banjarmasin sebagai salah satu lumbung atlet bulutangkis di Kalimantan Selatan.
Aliansyah menegaskan, kepengurusannya tidak ingin sekadar menjalankan administrasi organisasi. Fokus utama yang akan dikerjakan adalah memperkuat pembinaan atlet, mengaktifkan kembali kompetisi, serta membangun sinergi dengan seluruh klub bulutangkis di Kota Banjarmasin.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Amanah ini akan kami jawab dengan kerja nyata. PBSI Banjarmasin harus kembali menjadi organisasi yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi dan menjadi kebanggaan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Aliansyah, pembinaan atlet harus dilakukan secara berjenjang dan berkesinambungan, agar tidak kehilangan regenerasi.
“Kami ingin membangun sistem pembinaan yang kuat sejak usia dini. Kompetisi harus lebih sering digelar, klub harus diperkuat, dan pembinaan pelatih juga harus ditingkatkan. Kalau fondasinya kuat, prestasi akan mengikuti,” tegasnya.
Ketua Harian PBSI Kalimantan Selatan, Edi Sukarno, mengingatkan bahwa kebangkitan prestasi harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sarana olahraga. Menurutnya, Banjarmasin sudah saatnya memiliki gelanggang bulutangkis bertaraf internasional.
“Kota Banjarmasin layak memiliki lapangan bulutangkis berstandar internasional. Kalau fasilitas itu tersedia, kita memiliki peluang menjadi tuan rumah sedikitnya 10 kejuaraan internasional. Ini bukan hanya soal olahraga, tetapi juga akan memberikan dampak ekonomi melalui sektor pariwisata, perhotelan, dan UMKM,” katanya.
Edi meminta kepengurusan baru tidak cepat berpuas diri hanya karena terpilih secara aklamasi. Menurutnya, ukuran keberhasilan kepengurusan adalah prestasi yang mampu diraih atlet.
“Target kita jelas, prestasi bulutangkis Banjarmasin harus bangkit. Atlet-atlet kita harus kembali berbicara di tingkat provinsi, menembus nasional, bahkan jika memungkinkan hingga level internasional. Itu yang harus menjadi orientasi kerja pengurus,” tegasnya.
Senada dengan itu, Ketua KONI Kota Banjarmasin, Hermansyah, menilai kepengurusan baru harus mampu membangun kolaborasi yang lebih erat dengan seluruh pemangku kepentingan olahraga. Menurutnya, pembinaan prestasi tidak akan berhasil apabila berjalan sendiri-sendiri.
“PBSI harus menjadi rumah besar bagi seluruh klub bulutangkis di Banjarmasin. Kolaborasi dengan KONI, pemerintah daerah, pelatih, dan klub harus diperkuat,” ujarnya.(sin/klik)















