klikkalimantan.com, BANJARMASIN — Puluhan nelayan ikan di Pelabuhan RK Ilir, Banjarmasin, mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk melaut. Persoalan itu terjadi setelah 77 surat rekomendasi pengambilan BBM bersubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) RK Ilir belum diperpanjang oleh Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin.
Tak ingin persoalan berlarut, para nelayan kemudian menyampaikan keluhan tersebut kepada Walikota Banjarmasin. Pemerintah kota pun merespons dengan menyatakan segera melakukan pendalaman, untuk mengetahui duduk persoalan dan memberikan jawaban dalam waktu dekat.
Dari 77 nelayan yang sebelumnya memiliki rekomendasi pengambilan BBM bersubsidi, hingga kini belum satu pun menerima rekomendasi baru. Padahal, masa berlaku rekomendasi sebelumnya telah berakhir sejak 8 Agustus 2026.
Kondisi ini mulai berdampak langsung terhadap aktivitas nelayan. Sejumlah nelayan terpaksa tidak melaut karena tidak mendapatkan solar sebagai bahan bakar kapal.
Jika tidak segera diselesaikan, persoalan tersebut dikhawatirkan mengganggu pasokan ikan di Pelabuhan RK Ilir, dan pada akhirnya berdampak terhadap ketersediaan serta harga ikan di pasar Banjarmasin.
Manager SPBN RK Ilir, H Muhtanto, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, belum diterbitkannya rekomendasi baru membuat pasokan solar ke SPBN belum dapat dilakukan.
“Rekomendasi yang lama sudah berakhir sejak 8 Agustus. Sampai sekarang belum ada rekomendasi baru yang dikeluarkan, sehingga pasokan BBM juga tidak bisa dikirim ke SPBN,” ujarnya.
Muhtanto mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dan pertemuan dengan DKP3 Kota Banjarmasin untuk mencari solusi atas persoalan tersebut. Namun, hingga kini belum ada keputusan final mengenai penerbitan rekomendasi baru.
Ia menyebut, salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam pembahasan adalah adanya dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi oleh oknum nelayan yang sebelumnya mengambil solar melalui SPBN RK Ilir.
“Informasinya, ada oknum nelayan yang diduga menyalahgunakan BBM subsidi. Tetapi setelah BBM keluar dari SPBN, pengawasannya sudah bukan menjadi kewenangan kami,” katanya.
Menurut Muhtanto, SPBN menjalankan fungsi pelayanan penyaluran BBM kepada nelayan berdasarkan rekomendasi dari instansi yang berwenang. Karena itu, jika ditemukan dugaan penyalahgunaan setelah BBM disalurkan, persoalan tersebut semestinya ditindaklanjuti melalui mekanisme pengawasan yang tepat.
“Jangan sampai persoalan oknum kemudian berdampak kepada nelayan lainnya yang memang membutuhkan BBM untuk melaut,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah segera menemukan solusi, agar penyaluran solar kepada nelayan dapat kembali berjalan normal.
“Kami berharap ada solusi nyata. Jangan sampai persoalan ini berlarut-larut karena dampaknya bukan hanya kepada SPBN, tetapi juga kepada nelayan dan ketersediaan ikan di Banjarmasin,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan nelayan Pelabuhan RK Ilir, Murjani, mendesak pemerintah segera memberikan kepastian terkait penerbitan surat rekomendasi tersebut.
Menurutnya, tidak tersedianya solar telah membuat sebagian nelayan berhenti melaut selama kurang lebih dua pekan. Kondisi itu secara otomatis memutus sumber pendapatan mereka.
“Kami sudah sekitar dua minggu tidak melaut. Kalau tidak melaut, kami tidak punya penghasilan. Ini sangat berpengaruh terhadap perekonomian keluarga,” katanya.
Murjani berharap pemerintah tidak membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut. Sebab, bagi nelayan, kepastian mendapatkan BBM merupakan bagian penting untuk dapat menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Kami berharap rekomendasi segera diterbitkan. Kami ingin kembali melaut dan mencari ikan. Kalau terus begini, bukan hanya nelayan yang kesulitan, tetapi pasokan ikan untuk masyarakat juga bisa berkurang,” ujarnya.
Para nelayan berharap hasil pendalaman yang dilakukan Pemkot Banjarmasin dapat segera menghasilkan solusi konkret. Mereka juga meminta agar persoalan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi ditangani secara terukur dan tidak menghambat nelayan yang benar-benar membutuhkan solar untuk mencari ikan.(sin/klik)




















