Sekda: PBJ Salah Satu Urat Nadi dalam Tata Kelola Pemerintahan

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menyelenggarakan ‘Pelatihan Pengadaan Barang dan Jasa Level 1 Model Blended Learning’, Senin (14/9/2026) di Aula BKPSDM di Martapura. Kegiatan terselenggara kerja bareng Badan Pengembangan Sumber daya Mansuia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan ini dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea.

Dalam sambutannya Sekda Yudi Andrea menekankan pentingnya kompetensi aparatur sipil negara (ASN) dalam mengelola pengadaan barang dan jasa (PBJ) pemerintah. Ini lantaran PBJ merupakan salah satu urat nadi dalam tata kelola pemerintahan.

Disebutkan Sekda Yudi, lebih dari 60 persen APBD Kabupaten Banjar dibelanjakan melalui mekanisme pengadaan tersebut. “Artinya, efektivitas pembangunan daerah sangat bergantung pada bagaimana peserta di ruangan ini mengelola proses PBJ tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat dan tepat sasaran harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi ASN. Sertifikasi pengadaan yang diikuti peserta bukan sekadar memenuhi persyaratan administrasi, melainkan juga menjadi bukti kompetensi dan bentuk pertanggungjawaban sebagai pelayan masyarakat.

“Aturan PBJ terus berkembang. Dulu berpedoman pada Perpres 16 Tahun 2018 dan Perpres 12 Tahun 2021. Namun sekarang harus terus update dengan regulasi terkini, mengingat telah terbitnya Perpres Nomor 46 Tahun 2025,” katanya.

Yudi menjelaskan, regulasi terbaru tersebut menekankan percepatan proses, efisiensi harga, dan perluasan transaksi elektronik. Karena itu, kesalahan dalam memilih metode pengadaan maupun kecerobohan dalam perencanaan dapat berdampak langsung terhadap kualitas proyek di lapangan.

Ia juga meminta penyelenggara pelatihan dan narasumber memperbanyak praktik, simulasi, serta pembahasan kasus agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam pekerjaan.

“Tolong agar pelatihan ini tidak hanya berkutat pada teori dan ceramah di kelas. Perbanyak porsi simulasi dan bedah kasus serta ajak peserta membedah langsung sistem SIRUP, SPSE, hingga E-Katalog, supaya begitu mereka kembali ke kantor, mereka sudah siap kerja, bukan baru siap belajar,” kata Sekda Yudi. (to/klik)

Terbaru

Related Articles

- Advertisement -
headline9.com
headline9.com
headline9.com
headline9.com