klikkalimantan.com, BANJARMASIN — Anggota DPRD Kota Banjarmasin dari Fraksi Demokrat, Eddy Junaidi, mendorong agar realisasi pembangunan yang bersumber dari hasil penjaringan aspirasi masyarakat melalui reses dapat terus diperbanyak.
Menurut Eddy, aspirasi yang dihimpun anggota DPRD dalam kegiatan reses merupakan usulan langsung dari masyarakat sehingga perlu mendapat perhatian dan tindak lanjut dari pemerintah daerah.
“Kita berharap realisasi hasil reses bisa terus ditingkatkan. Sebab, hasil reses dewan merupakan usulan yang langsung disampaikan masyarakat,” ucap Eddy Junaidi usai menggelar reses di Kelurahan Pasar Lama, Gang Purnama, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kamis (22/10/2026).
Ia mengatakan, dorongan tersebut bukan tanpa alasan. Sejumlah aspirasi yang disampaikan masyarakat melalui kegiatan reses sebelumnya telah diakomodir Pemerintah Kota Banjarmasin dan dalam waktu dekat akan mulai dikerjakan.
Salah satunya berupa peningkatan infrastruktur jalan lingkungan di wilayah RT 13 dan RT 15. Pekerjaan tersebut diusulkan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) dewan yang bersumber dari aspirasi masyarakat.
“Alhamdulillah, sebagian aspirasi masyarakat sudah direalisasikan dan dalam waktu dekat akan dilakukan pekerjaannya. Di antaranya pengecoran jalan lingkungan di RT 13 dan RT 15,” katanya.
Eddy menilai, mulai diakomodirnya aspirasi masyarakat menunjukkan adanya sinergi antara DPRD dan Pemerintah Kota Banjarmasin dalam menjawab kebutuhan warga.
Ia berharap pola tersebut terus ditingkatkan sehingga semakin banyak usulan masyarakat yang dapat direalisasikan, khususnya pembangunan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar dan aktivitas sehari-hari warga.
“Kita tentu berharap aspirasi yang sudah disampaikan masyarakat tidak berhenti di tahap usulan. Kalau memang menjadi prioritas dan memungkinkan untuk direalisasikan, tentu harus kita perjuangkan bersama. Harapannya Banjarmasin semakin maju dan sejahtera,” ujarnya.
Selain persoalan pembangunan, Eddy Junaidi juga mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan seiring kondisi kualitas udara di Banjarmasin yang dinilai memburuk.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, khususnya bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap dampak buruk kualitas udara.
Ia juga menyinggung kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dinilai perlu ditempuh apabila kondisi udara belum memungkinkan untuk kegiatan belajar mengajar secara normal.
“Mau tidak mau, pembelajaran jarak jauh harus diambil kalau kondisi udara memang memburuk. Ini demi kesehatan dan keselamatan anak-anak kita,” tuturnya.
Eddy berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga kualitas udara kembali normal. Ia juga berharap hujan segera turun agar aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah, dapat kembali berjalan seperti biasa.
“Semoga dalam waktu dekat turun hujan sehingga kondisi udara kembali membaik dan pembelajaran tatap muka bisa kembali dilaksanakan,” pungkasnya.(sin/klik)































