klikkalimantan.com, BANJARBARU – Manajemen Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Kota Banjarbaru menggelar simulasi survei akreditasi selama tiga hari. Digelar bersama Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husa Paripurna (LARS-DHP), simulasi digelar tiga hari dan berakhir 1 Oktober 2026.
Ketua Akreditasi RSD Idaman, dr Sugondo mengatakan, simulasi bertujuan untuk mengukur kekuatan dan mengidentifikasi aspek yang masih perlu ditingkatkan sebelum pelaksanaan survei akreditasi yang diagendakan November 2026.
Tak hanya evaluasi internal, menurut Sugondo, kehadiran surveyor eksternal diharapkan memberikan penilaian yang lebih objektif sekaligus bimbingan berdasarkan standar akreditasi terbaru. Dalam kegiatan ini, LARS-DHP menugaskan dua surveyor; DR. dr. Endah Woro Utami, MMRS., FISQua dan H. Mahyudin, S.Kep., Ns., M.M., FISQua.
Pelaksanaan simulasi dilakukan secara daring dan luring. Pada 28 September, kegiatan diawali dengan telusur dokumen melalui Zoom, dilanjutkan pembukaan secara luring pada 30 September, serta telusur lapangan ke sejumlah unit pelayanan pada 1 Oktober 2026. Rangkaian kegiatan ini mencakup peninjauan dokumen, proses pelayanan, serta implementasi standar akreditasi di lingkungan rumah sakit.
Direktur RSD Idaman, dr Danny Indrawardhana, MMRS menyampaikan, hasil simulasi akan menjadi gambaran objektif untuk mengukur kesiapan rumah sakit melalui mekanisme self-assessment, sekaligus memastikan seluruh indikator telah memenuhi standar penilaian terbaru.
Ia berharap, hasil evaluasi menunjukkan capaian di atas batas minimal sehingga menjadi modal kuat dalam menghadapi survei akreditasi sesungguhnya pada November mendatang.
“Target dan harapan terbesar kami adalah RSD Idaman dapat kembali meraih predikat Paripurna. Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Kota Banjarbaru. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan, sehingga kepuasan masyarakat terhadap layanan rumah sakit juga semakin meningkat,” kata dr Danny. (to/klik)















