klikkalimantan.com, MARTAPURA – Tingginya intensitas curah hujan beberapa pekan ini menyebabkan beberapa desa di Kabupaten Banjar dilanda musibah banjir.
Berdasarkan data pada Kecamatan Martapura, tercatat sebanyak 5 Kelurahan dan 17 desa di Kecamatan Martapura yang terdampak musibah banjir, yang disebabkan tingginya curah hujan hingga menyebabkan meluapnya air Sungai Martapura di beberapa desa.
“Lima kelurahan yang terdampak banjir sejak kemarin (26 Desember 2020), yakni Kelurahan Keraton, Tanjung Rema Darat, Pasayangan, Kelurahan Jawa, serta Kelurahan Murung Keraton,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Camat Martapura, Muhammad Ramli, ketika dikonfirmasi klikkalimantan.com via WhatsApp, Minggu (27/12/2020).
Sedangkan 17 desa yang juga terdampak banjir, lanjut Ramli yang menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Martapura, yakni Desa Labuan Tabu, Desa Bincau, Bincau Muara, Tambak Baru, Tambak Baru Ilir, Tambak Baru Ulu, Tunggul Irang, Tunggul Irang Ulu, Tunggul Irang Ilir, Jawa Laut, Murung Kenanga, Tanjung Rema, Pasayangan Utara, Pasayangan Barat, Pasayangan Selatan, Desa Tungkaran, dan Desa Sungai Sipai.
“Atas musibah banjir yang melanda pemukiman warga kita di Kecamatan Martapura, kami pun berharap kepada instansi terkait agar cepat tanggap dan segera menyalurkan bantuan kepada warga kita yang terkena musibah banjir,” harapnya.
Di sisi lain, Ramli mengingatkan kepada masyarakat yang menjadi korban banjir, agar tetap waspada dan hati-hati guna menghindari hal-hal yang tak dinginkan hingga menimbulkan korban jiwa.
“Untuk korban banjir, kami imbau agar berusaha untuk menjaga kondisi kesehatan, dan selalu waspada dari segala kemungkinan yang terjadi. Utamanya tetap bersabar atas musibah ini,” ujarnya.

Perihal serupa pun dilontarkan Camat Astambul, H Sirajuddin Ali, yang mengingatkan kepada warganya di 7 desa, yakni Desa Pasar Jati, Jati Baru, Pingaran, Tambangan, Kelampayan Ilir, dan Munggu Raya, serta Desa Sungai Alat yang juga terdampak bencana banjir.
“Berbagai macam bahaya yang mengancam keselamatan saat banjir datang bisa saja terjadi. Untuk itu, kami berharap kepada masyarakat yang tekena musibah banjir agar selalu waspada dan berhati-hati, utamanya dalam penggunaan listrik, seperti HP, kipas Angin, strika, dan alat elektronik lainnya, agar tidak menimbulkan korban jiwa,” ucap Sirajuddin yang mengaku sudah mengimbau warga melalui Kepala Desa setempat.
Terlebih, papar Sirajuddin Ali, air dari hulu (Sungai Pinang) masih belum turun mengalir semuanya. “Kalau air dari sana sudah mengalir ke wilayah Kecamatan Astambul, kemungkinan hingga 2 hari ke depan air akan meninggi lagi,” tuturnya.(Zai/klik)