Kamis, April 9, 2026
BerandaBanjarmasinDisdik Jajaki Penerapan Full Day Sekolah Dasar, Neli Listriani: Harus Melalui Kajian...

Disdik Jajaki Penerapan Full Day Sekolah Dasar, Neli Listriani: Harus Melalui Kajian Mendalam

klikkalimantan.com, BANJARMASIN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin tengah menjajaki kemungkinan penerapan sistem full day school untuk jenjang sekolah dasar (SD). Wacana tersebut saat ini masih dalam tahap kajian dengan mempertimbangkan berbagai aspek kesiapan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, mengatakan kajian yang dilakukan meliputi kesiapan sarana dan prasarana sekolah, kesepakatan komite sekolah, hingga kesiapan tenaga pendidik dan peserta didik.

“Kami masih melakukan kajian secara menyeluruh, mulai dari kesiapan sekolah, komite, hingga beban jam belajar guru dan siswa. Ini tidak bisa diputuskan secara terburu-buru,” ujar Ryan usai mengikuti rapat pembahasan Laporan Pertanggungjawaban Wali Kota Tahun Anggaran 2025 bersama Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Rabu (9/4/2026).

Ryan mengungkapkan, sejumlah sekolah dasar di Banjarmasin telah mengusulkan penerapan sistem pembelajaran full day. Usulan tersebut, kata dia, muncul seiring adanya kebijakan pemerintah pusat terkait penerapan work from home (WFH) setiap hari Jumat bagi aparatur sipil negara (ASN).

“Memang ada beberapa sekolah yang sudah mengusulkan sistem full day. Ini juga berkaitan dengan kebijakan WFH hari Jumat bagi ASN, sementara untuk tenaga pendidik yang juga ASN belum diatur secara spesifik,” jelasnya.

Meski demikian, Ryan menegaskan bahwa penerapan full day school tetap harus memenuhi ketentuan jam belajar yang berlaku. Ia memastikan, Disdik tidak akan gegabah dalam mengambil keputusan.

“Kalau memang jam belajar bisa terpenuhi dan regulasinya memungkinkan, tentu bisa saja diterapkan. Tapi semua tetap harus melalui pertimbangan matang,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Neli Listriani, menegaskan pihaknya belum dapat memberikan persetujuan terhadap wacana tersebut. Ia menilai, penerapan full day school di tingkat SD harus melalui kajian yang komprehensif, terutama dari sisi dampak terhadap siswa.

“Kami belum bisa langsung menyetujui. Penerapan full day ini harus benar-benar melalui kajian mendalam, terutama melihat kesiapan anak-anak sebagai peserta didik,” ujarnya.

Menurut Neli, durasi belajar yang lebih panjang hingga sore hari berpotensi memengaruhi kondisi fisik dan psikologis siswa. Oleh karena itu, aspek kenyamanan dan efektivitas belajar harus menjadi perhatian utama.

“Jangan sampai anak-anak justru kelelahan karena waktu belajar terlalu panjang. Kita harus melihat dari sudut pandang siswa, apakah ini efektif atau tidak bagi mereka,” tambahnya.

Ia juga menilai, sejauh ini sistem pembelajaran tatap muka dengan durasi yang ada sudah cukup efektif dalam menunjang proses belajar siswa.

“Selama ini pembelajaran tatap muka dengan durasi yang ada sudah cukup maksimal. Jadi kalau ingin diubah, harus benar-benar ada dasar kajian yang kuat,” pungkasnya.(sin/klik)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments